LENSA POLITIKNEWS

DPW PPP Bangka Belitung Jadwalkan Rapimwil dan Rakerwil dalam Waktu Dekat

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Sukses menggelar Musyawarah Wilayah IV, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bangka Belitung dijadwalkan akan menggelar dua kegiatan penting secara periodik, yaitu, Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dilanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil).

Dalam rapat perdana pengurus DPW PPP Bangka Belitung, secara langsung dipimpin Ketua DPW PPP Bangka Belitung, Amri Cahyadi didampingi Sekretaris Hellyana dan Bendahara Martina, terhadap jajaran pengurus DPW PPP 2021-2025. Disampaikan bahwa struktural kepengurusan lebih luwes untuk bekerja karena langsung dilengkapi pola struktural dan fungsional.

“Rapimwil ini bertujuan menghadapi jadwal pembentukan dan pemilihan pimpinan kepengurusan tingkat kecamatan, ranting, hingga anak ranting (dusun atau lingkungan),” kata Bang Amri Cahyadi sapaan akrab Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung itu, di Kantor DPW PPP Babel, Sabtu, 12 Juni 2021.

Tidak ada pembahasan khusus dalam Rapimwil dimaksud, sebab proses pengorganisasian partai di bangka belitung. Menurutnya selama ini berjalan demokratis, hal tersebut tidak terlepas dari manajemen partai berdasarkan kolektif kolegial.

“Kita partai islam manajemen kepartainnya dijalankan dengan mengedepankan prinsip demokrasi. Pengambilan keputusan di kita sangat demokratis, semua melalui musyawarah, dan dipertanggungjawabkan secara kolektif kolegial,” terangnya.

Ia kembali menegaskan dengan cara musyawarah bahwa tidak penggantian pengurus langsung oleh pusat tanpa musyawarah yang demokratis sebagaimana ditetapkan AD/ART.

Di kesempatan yang sama, Ketua Fraksi PPP DPRD Bangka Belitung sekaligus Sekretaris DPW PPP Bangka Belitung, Hellyana berpendapat serta mewakili kaum femenisme bahwa perempuan jangan takut untuk beperan. Dalam politik, menurutnya tidak perbedaan antara patriaki dengan matriaki. Yang membedakan selama ini hanya streotype masyarakat saja.

Keterwakilan perempuan di Badan Legislatif, sambungnya masih kurang dari 30 persen, padahal 30 persen merupakan critical number. Sejauh ini Indonesia telah menerapkan zipper system, yang artinya di antara tiga bakal calon terdapat sekurangnya satu bakal calon perempuan.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button