BANGKANEWS

Delapan Desa Akan Kawal Lima Poin Kesepakatan dengan PT GML

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Setelah proses panjang mengenai tuntutan delpaan desa di wilayah Kabupaten Bangka kepada perusahaan perkebunan sawit PT Gunung Maras Lestari(GML), akhirnya kemarin 17 Juni 2021, dicapai lima poin kesepakatan.

Dalam Rapat Dengar Pendapat yang difasilitasi oleh Badan Akuntabilitas Publik DPD-RI tersebut juga turut dihadiri Sekda Bangka, Perwakilan PT Timah Tbk, Kadis Pertanian Provinsi, Kepala Desa dan perwakilan BPD dari delapan desa di Kabupaten Bangka.

Masalah yang mencuat pada delapan desa yang terdiri dari Desa Sempan, Desa Kayubesi, Desa Pudingbesar, Desa Bakam, Desa Dalil, Desa Mabat, Desa Mangka, dan Desa Bukitlayang ini berkenaan dengan buruknya hubungan PT GML dengan desa-desa tersebut mengenai kemitraan dan kesejahteraan masyarakat terdampak.

Kepala Desa Bukit Layang, Andry dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pokok-pokok persoalan perusahaan sawit PT GML dengan masyarakat cukup kompleks. Di antaranya, tumpang tindih status lahan, HGU yang tak jelas masa berlakunya, permohonan bantuan yang tak pernah ditanggapi, serta sedikitnya tenaga kerja dari desa-desa sekitar.

Andry yang telah 6 tahun menjabat sebagai kepala desa juga mengeluhkan bahwa selama ini pihaknya tidak pernah menerima AMDAL dan dokumen-dokumen perizinan lainnya. Baik berupa salinan maupun arsip. Untuk itu dia menuntut agar PT GML terbuka tetang hal itu.

Andry berharap, lima poin kesepakatan yang sudah tercapai harus dilaksanakan oleh seluruh stakeholder. Baik itu pemprov, pemkab dan instansi terkait demi kesejahteraan masyarakat.

Ustadz Zuhri, Legislator asal Bangka Belitung mengatakan, pihaknya hanya memfasilitasi tuntutan masyarakat. Namun dia mengapresiasi apa yang telah disepakati dalam RDP tersebut. Dia juga berterima kasih kepada para kepala desa yang telah menyampaikan aspirasi dengan sangat akurat. Dia berharap dalam hal ini pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten dapat membuat perda berkenaan dengan tuntutan masyarakat.

Penulis: Abdul Roni | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button