NEWSPANGKALPINANG

Dalam Sepekan, Dua Kali Terjadi Pelanggaran Prokes di Wilayah Hukum Polres Pangkalpinang

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Angka pasien terpapar Covid-19 saat ini terus menunjukkan tren peningkatan. Bahkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung disebut sebagai daerah dengan tingkat kepatuhan Protokol Kesehatan (Prokes) paling rendah se-Indonesia.

Namun hal tersebut tampaknya belum akan berubah dalam waktu dekat seiring dengan diizinkannya penyelenggaraan kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian. Meski digelar dalam rangka pertumbuhan ekonomi masyarakat, ancaman peningkatan Covid-19 masih terbuka karena event yang digelar malah menimbulkan pelanggaran prokes.

Catatan Lensabangkabelitung.com, dalam sepekan ini sudah dua kali pergelaran kegiatan keramaian yang berujung pada pelanggaran prokes. Semua event tersebut berada dalam wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Pangkalpinang.

Dua kegiatan tersebut adalah kegiatan musik di lokasi wisata Pantai Tapak Antu Desa Batu Belubang Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah, Minggu, 13 Juni 2021 dan event grasstrack di Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang yang digelar Minggu Kemarin, 20 Juni 2021.

Terkait dua event keramaian terjadi di wilayah hukum yang dipimpinnya, Kapolres Pangkalpinang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Tris Lesmana Zeviansyah mengatakan segera akan melakukan evaluasi.

“Pasti akan kita laksanakan evaluasi,” ujar Tris menjawab pesan konfirmasi Lensabangkabelitung.com melalui pesan aplikasi WhatsApp, Senin, 21 Juni 2021.

Tris menuturkan pihaknya juga akan membicarakan persoalan tersebut dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.

“Kita bicarakan dengan pemerintah daerah sebagai penanggung jawab utama terkait Covid-19 dan unsur satgas (Satuan Tugas) Covid-19 lainnya,” ujar dia.

Sebelumnya pada pergelaran musik yang berujung pelanggaran prokes di Pantai Tapak Antu Desa Batu Belubang, Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Batu Belubang Samsiar mengatakan pihaknya kewalahan dan tidak bisa membendung massa. Meski sudah bersuara menyerukan penerapan prokes, namun aksi joget massa tanpa masker dan jaga jarak tetap terjadi.

“Cuma ibu-ibu ini joget kalau sudah dengar musik tidak bisa dibendung lagi. Maklumlah namanya juga orang Bangka tidak bisa dibilang. Jadi mereka sudah berkerumun dan saya juga tidak bisa membendung lagi bahkan sampai kewalahan,” ujar dia.

Samsiar sendiri mengaku sudah menjalani pemeriksaan di Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pangkalan Baru untuk diminta keterangannya menggelar kegiatan musik yang berujung pelanggaran prokes.

“Saya sudah di BAP. Cuma memang tidak bisa dibendung lagi waktu itu. Kegiatannya memang tidak punya izin. Tapi secara lisan pihak desa dan BPD sudah tahu. Saya tidak mau mencari pembenaran atau membela diri terkait peristiwa tersebut. Dia akui bahwa kerumunan di masa pandemi Covid-19 memang dilarang,” ujar dia.

Kapolsek Pangkalan Baru AKP Joko Martono sebelumnya juga mengatakan kasus pelanggaran prokes di Batu Belubang masih dalam pemeriksaan. Menurutnya aksi itu terjadi karena spontan massa pengunjung yang datang ke Pantai Tapak Antu lalu ikut joget bersama warga yang awalnya sedang senam.

“Semua yang berkaitan dengan kegiatan tersebut sudah kita periksa. Masih dalam penyelidikan kita,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button