BANGKANEWS

Audiensi dengan Camat Merawang, Nelayan Tuntut Tambang Ilegal Ditindak

Lensabangkabelitung.com, Merawang – Sejumlah nelayan dari Desa Pagarawan dan sekitarnya menghadiri audiensi dengan Camat Merawang mengenai aktivitas TI ilegal di kawasan hutan mangrove sungai baturusa dan sekitarnya pada Selasa pagi, 22 Juni 2021.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut dilaksanakan di Kantor Camat Merawang dan dihadiri oleh puluhan nelayan dari Desa Pancur, Selindung dan Pagarawan. Dalam tuntutannya, nelayan meminta agar aktivitas penambangan timah ilegal di kawasan hutan mangrove tersebut segera ditindak tegas oleh pihak berwenang.

Sam, Ketua Nelayan Pagarawan kepada Lensabangkabelitung.com mengatakan, jika kawasan hutan mangrove di kawasan Baturusa dan sekitarnya rusak akibat aktivitas penambangan, maka otomatis habitat hewan-hewan untuk bertelur dan berkembangbiak ikut rusak. Hal itu, lanjut dia, akan berpengaruh kepada penghasilan nelayan yang menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut.

“Kalau hutan mangrove ini dibabat dengan TI, maka siput, kepiting dan kawan-kawannya tidak bisa berkembang biak dan mencari makan di sana, dan itu akan berdampak kepada penghasilan warga sebagai mata pencaharian utama mereka,” kata Sam.

Meski berulang kali dicegah oleh nelayan, tambang ilegal disekitar kawasan tersebut masih terus bekerja. Sementara banyak nelayan dari beberapa wilayah bergantung dengan kawasan hutan mangrove disana. Di antaranya, nelayan Selindung, nelayan Pagarawan, nelayan Pancur, nelayan Tuatunu, nelayan Jade, hingga nelayan Baturusa juga mencari penghidupan di kawasan itu.

Dari keterangan Sam, hasil tangkapan nelayan dikawasan tersebut pun beragam. Diantaranya, siput, udang, kepiting, kepah dan lain-lain. Menurut dia, pihaknya sudah berupaya mengajak penambang untuk berdialog, namun penambang hanya meng-iyakan tapi tak pernah datang ke tempat yang telah disepakati.

Dengan upaya audiensi ini, nelayan berharap ada tindakan tegas dari aparat maupun pihak berwenang agar ekosistem mangrove terselamatkan dan ruang hidup nelayan tidak terganggu.

Hingga berita ini diturunkan, audiensi masih berlangsung yang dipimpin oleh Camat Merawang, Jaleari, didampingi oleh  perwakilan Polsek Merawang dan perwakilan Satpol PP.

Penulis: Abdul Roni | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button