BANGKA TENGAHNEWS

Acara Musik Langgar Prokes, Pantai Tapak Antu Batu Belubang Ditutup

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Dinbudparpora) Kabupaten Bangka Tengah resmi menutup lokasi wisata Pantai Tapak Antu di Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalanbaru. Penutupan tersebut imbas dari timbulnya kerumunan yang diduga melanggar Protokol Kesehatan (Prokes).

Keputusan penutupan operasional Pantai Tapak Antu berdasarkan surat dari Dinbudparpora Bangka Tengah nomor : 556/342/DINBUDPARPORA/2021 tertanggal 16 Juni 2021 yang ditujukan kepada Kepala Desa Batu Belubang dan Ketua Pokdarwis Tapak Antu.

Kepala Dinbudparpora Bangka Tengah Zainal mengatakan penutupan wisata Pantai Tapak Antu tersebut diambil setelah pihaknya melakukan rapat dengan Dinas Kesehatan dan stakeholder terkait di Bangka Tengah.

“Jadi keputusannya kegiatan operasional kami hentikan dulu. Tapi sifatnya sementara saja. Bukan seterusnya karena kami juga memahami di situ ada perputaran ekonomi masyarakat,” ujar Zainal kepada Lensabangkabelitung, Kamis, 17 Juni 2021.

Zainal menuturkan izin kegiatan musik tersebut memang diberikan oleh pihaknya dengan inisiatif dari pihak BUMDes Batu Belubang. Dari video kegiatan yang diterima pihaknya, Zainal mengakui adanya pelanggaran prokes di lokasi tersebut.

“Mungkin ada kelengahan. Namanya juga masyarakat yang haus dengan hiburan dan tempat wisata. Kami dapat videonya juga apa yang sebenarnya yang terjadi. Itu tidak mematuhi prokes. Banyak yang tidak memakai masker,” ujar dia.

Menurut Zainal, pihaknya berencana memanggil semua pihak yang terlibat dalam kegiatan yang melanggar prokes tersebut, mulai dari Kepala Desa, Ketua Pokdarwis Tapak Antu hingga BUMDes Batu Belubang.

“Rencana Senin kita panggil semuanya. Jadi kalau mereka mau membuka kembali wisata Pantai Tapak Antu, harus benar-benar menjalankan protokol kesehatan. Kita harus melakukan shock-therapy, introspeksi dan akan ada evaluasi. Makanya kami tutup sementara dan panggil semua yang terlibat,” ujar dia.

Zainal menambahkan pihaknya sudah mengingatkan soal aturan prokes hingga memberikan bantuan tempat cuci tangan dan pembagian alat pengukur suhu tubuh (Thermogun).

“Kami mengajak semuanya mematuhi aturan prokes karena Covid-19 masih ada dan kita pun tidak tahu ada disebelah kita. Mudah-mudahan dengan kejadian ini prokes berjalan dengan baik ke depannya,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button