BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA EKONOMILENSA KESEHATANLENSA KRIMINALNEWS

TI Tungau Cemari BBI Toboali, Limbah Tambang Akibatkan Benih Ikan Mati

Lensabangkabelitung.com, Toboali– Adanya aktivitas tambang inkonvensional jenis tungau yang beroperasi di Kolong Ringeng Kelurahan Toboali Kabupaten Bangka Selatan beberapa waktu lalu berdampak pada budidaya dan pembenihan ikan air tawar di Balai Benih Ikan (BBI) yang berada di Jalan Kolong Ringeng, Kelurahan Toboali.

Kolong Ringeng yang menjadi sumber air baku budidaya dan pembenihan ikan di BBI menjadi tercemar sehingga menyebabkan bibit ikan dan indukan mengalami kematian.

Kepala Bidang Perikanan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Abdul mengatakan tercemarnya sumber air baku pembenihan ikan di BBI disebabkan adanya aktivitas tambang yang beroperasi di Kolong Ringeng sepekan sebelum lebaran Idul Fitri lalu.

“Sebelum lebaran kemarin ada aktivitas tambang di kolong Ringeng yang menyebabkan sumber air baku yang biasa kita gunakan untuk budidaya ikan menjadi tercemar sehingga banyak benih dan indukan ikan yang mati,” kata Abdul kepada wartawan, Senin, 24 Mei 2021 kemarin.

Ia menuturkan, akibat sumber air baku yang tercemar, benih ikan yang ada di BBI Toboali mengalami kematian diatas 50 persen yang terdiri dari benih nila, lele, baung dan gurami. Selain berdampak pada kematian benih ikan, kata Abdul, pihaknya juga kesulitan membuat ritme pemijahan.

“Akibat dari limbah ini otomatis berdampak terhadap benih yang akan kita keluarkan. Dan untuk pembenihan sendiri saat ini vakum terlebih dahulu, karena tidak bisa menggunakan air yang tercemar sekarang. Jangan sampai nanti kita sudah berusaha maksimal tetapi tidak diimbangi oleh airnya, akhirnya tidak efektif,” ujar dia.

Abdul mengungkapkan, saat ini pihaknya fokus perawatan benih dan indukan yang masih tersisa karena dengan kondisi air seperti itu banyak terdapat penyakit terhadap benih maupun indukkan yang bakal menyebabkan kematian.

“Untuk pembenihan kita menunggu air sampai kembali jernih sekitar tiga bulan lagi. Jadi sementara fokus perawatan bibit ikan dan indukan yang tersisa,” ujar dia.

Ia berharap aktivitas penambangan yang telah ditertibkan tidak lagi melakukan kegiatan perambahan di kolong ringeng yang menjadi sumber air baku budidaya ikan dan juga yang biasa digunakan oleh masyaraka. 

“Sampai sekarang sudah tidak ada lagi aktivitas penambangan di situ. Mudah-mudahan seterusnya tidak ada lagi, karena ini berdampak pada budidaya ikan di BBI kita,” ujar dia. 

Penulis : Rusdi | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button