BANGKA BARATNEWS

Sumber Dana Program Beasiswa AKP Babar Dibuka, Ini Daftar Penyumbang dan Besarannya

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi I DPRD Bangka Barat, setelah hampir dua tahun lamanya program beasiswa Akademi Komunitas Presiden (AKP) berjalan dari tahun 2019 lalu, akhirnya pihak Pemerintah Kabupaten Bangka Barat membuka juga daftar perusahaan yang berkontribusi memberikan CSR beserta besaran yang sebelum-sebelum itu tidak pernah diketahui oleh pihak legislatif sebagai mitra kerja.

“Berdasarkan laporan dari mereka (pihak AKP) itu, (besaran CSR untuk beasiswa) yang masuk sebanyak Rp 509.500.000 ke rekening Bank Mayora milik yayasan Komunitas Presiden, yang masuknya itu dari PT THEP 10.000.000, GSBL 20.000.000, Sawindo 50.000.000, Bank Syariah 10.000.000, Bank Sumsel Babel 50.000.000, BPL 50.000.000, dari AM 50.000.000, dari Tower Bersama Grup 20.000.000, PT ASDP 150.000.000, dari BRI 99.500.000,” kata Kepala DPMPTSP Babar, Rosjumiati mengungkapkan, Selasa, 25 Mei 2021.

Rosjumiati berterus terang, ia meskipun menjabat sebagai Kepala DPMPTSP Babar mengaku bukan sebagai pihak yang mengkoordinir uang CSR perusahaan-perusahaan yang akan dijadikan dana beasiswa kerjasama antara Pemkab dan AKP.

“Saya hanya sebagai penghubung saja dari perusahaan-perusahaan yang mengirimkan uang ke rekening AKP, dan pihak perusahaan WA ke saya, lalu saya telepon Pak Bupati (Markus) dan Pak Rukiman. Pak yang sudah, perusahaan ini dan ini,” kata dia.

Untuk dana beasiswa dari hasil CSR tersebut, Rosjumiati mengaku tidak ikut campur tangan atau mengintervensi pihak AKP dalam pengelolaannya.

“Saya komunikasi dengan Bu Fuji (Pihak AKP), bagaimana Bu masalah kelanjutan Beasiswa ini, dia belum bisa menjawab, karena dia juga harus berkomunikasi dengan Direktur dulu,” katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi dari Kepala DPMPTSP Babar saat sosialisasi beasiswa AKP dulu, kebutuhan untuk satu orang siswa selama menjalani pendidikan satu tahun sebesar Rp 10.000.000, dengan jumlah anak 88 orang maka seharusnya dibutuhkan dana sebanyak Rp 880.000.000.

“Saya kurang tahu bagaimana mereka mengelola dana ini, tapi itulah yang ininya, karena kan kita tidak bertanya dan tidak ikut langsung pak, masalah pengelolaan dana (beasiswa) memang mereka (AKP), kita hanya menerima berita saja, itu saja Pak,” demikian Rosjumiati.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button