NEWSPANGKALPINANG

Perjanjian BGS Sebelas Perusahaan Belum Terpenuhi, Pemkot Bisa Mencabut Tanpa Pemberitahuan

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Perjanjian Bangun Guna Serah (BGS) yang belum terpenuhi oleh pihak terkait di Kota Pangkalpinang bisa dicabut tanpa pemberitahuan lebih lanjut. Sebelumnya Pemerintah Kota Pangkalpinang sudah mencopot dua perusahaan, dan saat ini sudah diproses di pengadilan.

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil pada rapat di Kantor Wali Kota pada Kamis, 27 Mei 2021 mengatakan untuk pihak yang belum memenuhi perjanjian BGS dapat dicopot apabila tidak memproses lebih lanjut permasalahannya.

“Ini bisa kami cabut tanpa pemberitahuan lebih lanjut, berita acara rapat ini sebagai pemberitahuan kami,” kata Molen.

Kepala Badan Keuangan (Baeukuda) Kota Pangkalpinang  Budiyanto mengatakan, empat perjanjian BGS yang dilakukan dua perusahaan ini sudah dicabut itu dari dua PT, salah satu PT-nya memiliki tiga perusahaan dan saat ini sudah diproses di pengadilan.

“Apakah nantinya terjadi mediasi atau bagaimana, kami Bakeuda melaksanakan sesuai aturan BGS. Apapun yang diputuskan pengadilan itulah yang kami lakukan,” kata Budi.

Temuan dari BPK ada sebelas perusahaan yang masih bermasalah dengan  Perjanjian BGS, berikut daftarnya:

1. PT Pasar Pinang Jaya (BTC), hotel belum terbangun namun saat ini sudah 70% pembangunanya dan akan selesai 30 September 2021.

2. PT Megatama Asia Pasifik (Ramayana), belum membangun klinik dan tidak ada kontribusi kepada pemkot Pangkalpinang

3. PT Trisa Jaya Iwanata (Pasar Atrium), tidak mengatur dengan detail jenis bangunan, ukuran, spesifikasi, jumlah kios, dan peruntukan bangunan.

4. PT Trisa Jaya Iwanata (Pasar Sayur), tidak membangunan fasilitas parkir dan tempat sampah pembuangan sementara.

5. PT Barito Rajawali Permai (Pasar Sayur), tidak membangun fasilitas parkir dan tidak merawat ruko yang sudah dibangun.

6. PT Nipah Ocean Line, belum dibangun ruang pendingin dan pembekuan.

7. PT Belitung Jaya Line, gudang garasi dan dermaga ikan belum dibangun.

8. PT Mina Muara Emas, bangunan hanggar baru dibangun dua unit yang seharusnya empat unit serta pabrik es, gedung pendingin, dan container yard belum dibangun.

9. PT Palmindo Agro Lestari, tanki Crude Palm Oil (CPO) belum dibangun, serta mess karyawan dan gudang tidak difungsikan lagi sehingga tidak terawat.

10. PT Sanjaya Fisherindo, belum membangun dermaga ikan dan belum mengasuransikan gedungnya.

11. PT Mutiara Prima Sejaterah, IMB gedung belum terselesaikan, dan gedung belum diasuransikan.

Penulis: Louis BY | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button