BANGKANEWS

Pemulihan Nama Baik Enam Mantan Ketua RT Kenanga Menunggu Langkah Kejaksaan Negeri

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Enam mantan Ketua RT di Kenanga, Sungailiat yang divonis lepas berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Bangka Belitung pada 17 Mei lalu masih harap-harap cemas.

Sebelumnya, para pejuang lingkungan hidup yang juga mantan Ketua RT di Kenanga, itu sempat divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Sungailiat akhirnya dibebaskan dari ancaman pidana melalui Putusan Banding Pengadilan Tinggi Bangka Belitung No:21/Pid/2021.

Soal upaya hukum selanjutnya atas vonis bebas itu, Kepala Kejaksaan Negeri Sungailiat, Farid ketika dihubungi Lensabangkabelitung.com, Kamis siang, 27 Mei 2021, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu laporan dari Kasipidum yang menangani kasus ini.

“Kita belum terima laporan dari jaksanya, kita juga minta petunjuk ke Pangkalpinang (Kejati),” kata Farid di ujung telpon.

Sementara itu, Zaidan, Ketua Tim Penasehat Hukum enam Ketua RT Kenanga mengatakan, jika Kejari Sungailiat mengajukan kasasi, maka pihaknya tentu akan mempersiapkan kontra memori sebagai langkah hukum selanjutnya. Diakuinya, sejauh ini pihaknya cukup puas dengan keputusan PT Babel yang melepaskan kliennya itu.

Ditanya soal upaya pemulihan nama baik para terdakwa, Purnawirawan Komisaris Besar Polisi ini mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu langkah yang akan ditempuh pihak Kejari. “Jika Kejari tidak mengajukan kasasi maka Pengadilan Negeri berkewajiban untuk mengumumkan kepada publik perihal putusan yang dibatalkan sebelumnya,” ujarnya.

Leni, salah satu anggota tim Penasehat Hukum warga Kenanga yang juga pengacara LBH KUBI mengatakan, sampai hari ini pihaknya masih belum menerima memori kasasi yang dimaksud. Dia berharap Kejari Sungailiat tidak menempuh kasasi hingga lewat batas waktunya.

Untuk diketahui, dari enam mantan Ketua RT kenanga yang menjadi terdakwa tersebut, dua diantaranya berdampak ke pekerjaan mereka. Adalah Heti Rukmana yang sebelumnya bekerja sebagai pengelola perpustakaan di sebuah sekolah swasta yang dijalaninya selama 5 tahun. Sementara Aditama, ditolak oleh perusahaan yang menerima dia bekerja karena kasus hukum yang menjeratnya saat masih dalam tahanan Polres Bangka lalu.

Hingga hari ini keenam mantan Ketua RT tersebut masih menunggu selama 28 hari sejak putusan PT Babel karena belum mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).

Penulis: Abdul Roni | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button