NEWS

Kasus Diamankannya Pasir Timah Afuk, Direktur Samapta Polda Babel: Hanya Bermodalkan Surat Jalan

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Hasil pemeriksaan terhadap truk yang membawa pasir timah oleh Kepolisian Resor (Polres) Pangkalpinang didapati adanya kelengkapan dokumen.

Sebelumnya pasir timah yang dibawa dari gudang timah milik Afuk di Sanfur Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah dan direncananya akan dibawa ke perusahaan peleburan timah (smelter) PT Bukit Timah itu diamankan oleh Anggota Direktorat Samapta Polda Bangka Belitung.

Namun belum sempat sampai ke smelter Bukit Timah, truk bermuatan sekitar 9 ton pasir timah itu diamankan dan diserahkan ke Polres Pangkalpinang untuk ditindaklanjuti.

Direktur Samapta Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Fadly Munzir Ismail pada saat diamankan sopir truk membawa pasir timah tersebut hanya bermodalkan surat jalan saja yang diterbitkan oleh smelter PT Bukit Timah. Selain surat jalan, kata Fadly, tidak ada dokumen apapun yang dibawa oleh sopir truk.

“Selain itu bagaimana bisa surat jalan dikeluarkan pihak smelter saja. Sementara dari pihak Afuk tidak ada dokumen apa-apa. Atas dasar itulah kita amankan,” ujar Fadly kepada wartawan, Jumat malam, 21 Mei 2021.

Fadly menuturkan pihaknya menyerahkan semua proses penanganannya kepada Polres Pangkalpinang untuk ditindaklanjuti.

“Kita hanya membantu pengamanan saja. Penanganannya di Polres. Sampai malam ini masih diamankan dan belum dilepas,” ujar dia.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Satreskrim (Satreskrim) Polres Pangkalpinang Ajun Komisaris Polisi Adi Putra mengatakan bahwa dua truk yang diamankan itu memiliki dokumen yang lengkap dan tidak ada barang bukti yang menyangkut unsur pidana.

“Semua dokumen kepemilikan baik timah maupun tailing sudah kami cek, setelah kami cek semua dokumen itu riil dan sah,” ujar Adi saat dijumpai awak media, Jumat malam, 21 Mei 2021.

Adi juga menyebutkan orang sudah memeriksa pihak perusahaan, mulai dari pihak smelter, perizinan IUP, pihak yang bekerja sama, sopir, dan kernet.

“Jadi semua yang berkaitan daripada pasir timah dan tailing semua kita periksa,” ujar dia.

Dari kepemilikan pasir timah dan tailing tersebut, Adi Putra membenarkan bahwa pasir timah milik PT Bukit Timah dan tailing tersebut milik PT Bangka Mineral Abadi dari IUP yang dimilikinya di Bangka Selatan.

“Timah dan tailing yang sudah memiliki dokumen lengkap ini, pihak polisi tidak bisa menahan dan membebaskan dua truk itu karena untuk bisa menahan barang bukti hanya memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan bersalah atau tidaknya. Kita tidak berhak nanti dikomplain pelaku usaha, karena mereka sudah memiliki izin dan dokumen yang sah,” ujar dia.

Sebelum dilepaskanya dua truk itu, kata Adi Putra, masih ada berberapa berkas yang harus dipenuhi untuk berita acara. Adi Putra membantah jika penahanan perkara tersebut ada intervensi dari pihak lain.

“Kalau ada intervensi, sepanjang itu ilegal kita tetap tegak lurus. Gak ada cerita intervensi-intervensi,” ujar dia.

Penulis: Servio M, Louis | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button