LENSA KRIMINALNEWS

Fajar : Perhatikan Asas Tiada Pidana Tanpa Kesalahan

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah membacakan surat tuntutan terhadap Ali Samsuri. Meski begitu, bagi rekan-rekan atau pihak-pihak yang mengikuti jalannya persidangan dari awal, tentu memahami bahwa tidak ada pembuktian apapun yang menyatakan bahwa terjadi perbuatan curang terkait bijih timah yang tercampur terak tersebut.

Demikian disampaikan Fajar Paulana SH, penasihat hukum Ali Samsuri saat dikonfirmasi, Selasa (11/5/2021).

“Karena memang dalam fakta persidangan Klien kami terbukti tidak melakukan perbuatan curang serta tidak adanya persekongkolan atau permufakatan jahat antara Klien kami dan Terdakwa lainnya untuk menerima bijih timah yang tercampur terak,” kata Fajar.

“Dan juga kami sampaikan bahwa Klien kami juga tidak pernah menerima sesuatu hadiah ataupun uang dari Terdakwa lainnya,” lanjutnya.

Kemudian Bahwa JPU dalam menyikapi bijih timah yang tercampur terak tersebut yang menyatakan tidak mempunyai nilai (Value), Fajar mengatakan fakta persidangan jelas menyatakan bijih timah tersebut dapat dilakukan proses peleburan dan dapat menghasilkan profit.

“Sehingga dalam hal ini, tidak ada pihak yang dirugikan, termasuk PT Timah Tbk. Oleh sebab itu tidak ada kerugian negara yang harus dikembalikan,” kata Fajar.

Kemudian ketika ditanyakan mengenai adanya statement dari warga yang menyatakan bahwa Ali seharusnya dituntut lebih berat, Fajar menyatakan bahwa hal tersebut tidak perlu disikapi berlebihan.

“Kami memahami bahwa dewasa ini arus informasi terkadang bias dan berpotensi menyampaikan hal yang tidak faktual dalam hal ini fakta persidangan terkait Klien kami. Sebagai pembaca selayaknya kita juga harus selektif dalam mencerna informasi dan cerdas dalam melihat dan memilah kredibilitas media yang menyajikan informasi,” ujarnya.

“Kemudian yang terpenting adalah Bahwa sesungguhnya Klien kami tidak patut dan layak dijadikan terdakwa dalam persidangan ini karena tidak ada satu bukti pun yang menunjukkan Klien kami melakukan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara. Dalam hukum pidana tentunya harus memperhatikan asas tiada pidana tanpa kesalahan (geen straf zonder schuld). Akan tetapi dalam hal ini Klien kami dimintakan pertanggungjawaban pidana walaupun tidak melakukan kesalahan dalam hal penerimaan bijih timah yang mengandung terak tersebut,” tegas Fajar.

(red)





Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button