NEWS

Diputus Bebas, PT Babel: Perbuatan Enam Warga Kenanga Bukanlah Tindak Pidana

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Pengadilan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung melalui putusannya No:21/Pid/2021/PT BBL, membatalkan putusan Pengadilan Negeri Sungailiat yang sebelumnya menghukum enam warga Kenanga, Sungailiat. Enam warga yang merupakan para Ketua RT itu, berhadapan dengan hukum setelah menandatangani surat undangan sosialisasi rencana gugatan atas dampak bau dari pabrik singkong yang berada di Kenanga.

Dalam rilis yang diterima wartawan, pada Selasa, 18 Mei 2021, amar putusan PT Bangka Belitung berisi sebagai berikut: Pertama, Menyatakan para terdakwa terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan akan tetapi perbuatan para terdakwa bukanlah merupakan tindak pidana.

Kedua, Melepaskan para terdakwa dari seluruh tuntutan. Ketiga, Memulihkan hak para terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya.

Dalam putusan  onstlag van rechtsvervolging (putusan lepas) Pengadilan Tinggi Bangka Belitung mempertimbangkan Pasal 66 UUPPLH sebagai dasar putusan. Pasal 66 menyebutkan, “Setiap orang yang memperjuangkan hak lingkungan hidup yang baik dan sehat yang didasarkan pada itikad baik tidak dapat dituntut secara pidana ataupun digugat secara perdata.”

Pengacara enam warga Kenanga itu, Zaidan mengatakan putusan Pengadilan Tinggi ini seharusnya menjadi rujukan dan yurisprudensi untuk seluruh pengadilan yang saat ini atau kedepan memeriksa dan memutus perkara pejuang lingkungan.

“Dan putusan ini wajib menjadi pertimbangan bagi jaksa dan penyidik untuk lebih hati-hati dalam melalukan penegakan hukum jangan sampai nuansa kriminalisasinya lebih kuat dripada tujuan penegakan hukum itu sendiri,” ujar dia.

Heti Rukmana salah satu pejuang lingkungan hidup dan salah satu yang didakwa dalam putusan sidang di Pengadilan Negeri Sungailiat sebelumnya menyambut bangga atas putusan Pengadilan Tinggi Bangka Belitung.

“Ternyata masih ada harapan bagi kami pejuang lingkungan. Kami tidak akan berhenti sampai sini karena dampak bau dari PT BAA sampai saat ini masih kami rasakan dan sangat mengganggu kesehatan kami,” ujar dia.

Penulis: Abdul Roni | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button