BANGKA BARATNEWS

Dana Program Beasiswa AKP Babar Masih Kurang 300 Juta, DPRD Pertanyakan Solusi Pemkab

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Permasalahan program kerja sama beasiswa antara Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan Akademi Komunitas Presiden (AKP) tidak saja hanya sebatas kelanjutan proses pendidikan yang saat ini belum mendapatkan titik terang. Ternyata, selama ini dana beasiswa untuk menyekolahkan 88 orang siswa ke Komunitas AKP tersebut masih kurang sekitar 300 juta rupiah sebab bantuan CSR yang masuk baru 509.500.000 rupiah sementara kebutuhan yang diperlukan sebesar 880.000.000 rupiah. Hal itu dipertanyakan langsung oleh pihak dewan saat RDP, Selasa, 25 Mei 2021.

“42 siswa belum melaksanakan magang, 46 siswa sudah melaksanakan, berkaitan dengan anggaran lagi nanti, ini permasalahan lagi kan (kekurangan) 321 juta ini, di mana kita menganggarkannya lagi untuk berikutnya kalau proses pendidikan (88 siswa) ini dilanjutkan,” kata Wakil Ketua I DPRD Bangka Barat, Oktorazsari, Selasa, 25 Mei 2021.

Menjawab itu, Asisten II Setda Bangka Barat, Rozali mengatakan akan melakukan komunikasi dengan Pemimpin Komunitas AKP terkait permasalahan dana yang kurang tersebut untuk bagaimana solusinya nanti.

“Apakah kita harus mencari jalan keluarnya yang dari Pemda, karena Pemda yang memfasilitasi siswa, untuk mempunyai rasa tanggung jawab, kemudian apakah nanti dari AKP pun bisa mencari solusinya lewat CSR, karena di situ merupakan kawasan industri, di Jababeka itu, mungkin kita akan komunikasi, karena kita tidak bisa memutuskan, apakah kita atau mereka,” kata Rozali menjawab Oktorazsari.

Meski ada kekurangan dari dana CSR yang dijadikan Beasiswa untuk 88 siswa asal Bangka Barat, sampai saat ini dikatakan oleh Rozali pihak AKP belum pernah menagih hal tersebut.

“Karena mereka pada dasarnya kekurangannya belum menagih, Pak,” kata Rozali.

Meskipun pihak AKP belum menagih dana beasiswa yang kurang, Oktorazsari menegaskan pihak Pemkab Bangka Barat tidak bisa merasa aman-aman saja akan hal itu. Karena kemungkinan proses pendidikan yang dikatakan terhenti sebab pandemi Covid-19 ini bisa saja berlanjut dan masih ada 42 siswa yang belum magang dan 48 sedang magang.

“Ini sebagai PR kita juga Bu Ros, ini kan anggaran dari CSR sudah digelontorkan ke AKP,” kata Oktorazsari menegaskan.

Senada dengan Wakil Ketua I DPRD Bangka Barat, Anggota Komisi I Dedi Egipty menyampaikan ini bukan kondisi yang aman, sebab bisa saja pihak AKP tiba-tiba menagih kekurangan dana beasiswa tersebut.

“Jika solusinya tidak ada, kita pakai dana Bangka Barat tidak bisa, kita pakai dana Pemda tidak bisa, jadi bagaimana kita harus cari, kan begitu, karena 42 siswa belum magang dan 46 masih proses berarti kita rugi kalau berhenti, karena uang sudah diserahkan 500 juta, tidak ada hasil, CSR bukan berarti tidak ada pertanggungjawaban, karena kita meminta atas nama Babar, apa solusinya,” ujar Dedi Egipty.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button