NEWS

Transaksi Online Pil Tramadol Ditindak BPOM, Penerimanya Anggota Polres Basel

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penindakan terhadap pengiriman pil tramadol hasil transaksi via online di Toboali. Penerima barang larangan tersebut diduga anggota Polres Bangka Selatan.

Data yang diterima Lensabangkabelitung.com, pil tramadol hasil transaksi via online tersebut dibungkus dalam kemasan plastik berwarna putih dengan kode EZ PGK-TOB006 dan disegel perusahaan pengiriman J&T dengan tanggal 2021-04-16. Adapun penerima yang tercantum dalam bungkus kemasan tersebut adalah Wisnu Prasetio dengan alamat di Jalan MH Muhidin No.7 Kecamatan Toboali, Kab.Bangka Selatan, Babel.

Kepala BPOM Pangkalpinang Hermanto membenarkan bahwa pihaknya melakukan penindakan pengiriman pil tramadol dengan barang bukti sebanyak 100 strip atau sebanyak 1000 tablet.

“Benar. Semuanya 100 strip berarti kali 10 jadi total 1000 tablet. Pengiriman itu dari transaksi di toko online,” ujar Hermanto kepada Lensabangkabelitung.com, Selasa, 20 April 2021.

Hermanto menuturkan keberhasilan penindakan tersebut merupakan hasil laporan Badan Intelijen BPOM yang mengetahui adanya pengiriman obat-obatan dengan memanfaatkan kuris perusahaan ekspedisi.

“Usai menerima informasi, kami kemudian berkoordinasi dengan Polda. Lalu dilakukan penindakan bersama dengan Polres Bangka Selatan juga,” ujar dia.

Terkait penerima yang diinfokan adalah anggota Polres Bangka Selatan, Hermanto enggan berkomentar. Dia meminta Lensabangkabelitung.com untuk mengkonfirmasi hal tersebut ke Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Siswanto.

“Sudah kami serahkan penanganan ke Polres. Penerima beralamat di Toboali. Tadi kami serahkan ke Polres Bangka Selatan dan oami sampaikan langsung ke Pak Kapolres. Soal (oknum) itu, silahkan ke Kapolres karena sudah kami serahkan kasusnya kesana,” ujar dia.

Pil tramadol, kata Hermanto, pada dasarnya digunakan untuk pengobatan untuk meredakan sakit terhadap pasien yang usai menjalani operasi kehamilan atau kecelakaan.

“Tapi kalau disalahgunakan itu bisa untuk fly dan bersenang-senang untuk menghilangkan stres karena menimbulkan dampak halusinasi bagi penggunanya,” ujar dia.

Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Siswanto membenarkan jika penerima pil tramadol hasil transaksi via online itu adalah anak buahnya. Namun dia menegaskan bahwa itu adalah untuk pengembangan kasus.

“Iya itu pengembangan kasus. Sebelum ditangkap transaksi lewat Shopee. Terus penyidik coba beli lagi,” ujar dia.

Kasat Narkoba Polres Bangka Selatan AKP Yandri C Akil juga membenarkan bahwa penerima adalah anggota Satres Narkoba. Pembelian pil tramadol itu, kata dia, dalam rangka penyelidikan yang kaitannya dengan kasus di Polres Bangka Selatan satu bulan yang lalu.

“Berdasarkan keterangan tersangka bahwa tramadol tersebut didapat dari membeli online Shopee. Dan untuk membuktikannya anggota saya mencoba memesan dengan menggunakan akunnya. Ternyata betul-betul dikirim. Ternyata BPOM tracking. Yang jelas memang dalam rangka penyelidikan karena penangkapan kita kemarin yang komplain kenapa dijual bebas di Shopee kok bisa ditangkap. Kita bekerja sama dengan BPOM untuk melacak akun penjualnya,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button