NEWS

Sengkarut Dana Menuju PON, Ringan Saja Erzaldi Salahkan KONI Babel

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Rapat Gubernur Erzaldi Rosman dengan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangka Belitung dan Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) berlangsung penuh ketegangan.

Dalam pertemuan tersebut, Erzaldi tampak terlihat kesal dan kecewa kepada pengurus KONI Babel dan pengprov cabor. Meski tetap memimpin dengan nada rendah, beberapa kali raut wajah dan statemen yang dikeluarkan Erzaldi menunjukkan kekesalan dan kekecewaannya terhadap KONI Babel dan pengprov cabor.

Erzaldi mengaku Pemprov Babel banyak menerima komplain dari atlet saat bertemu secara pribadi di berbagai tempat acara yang meminta diperhatikan saat latihan.

“Atlet minta tolong perhatikan mereka latihan. Saya bilang ada KONI. Mereka bilang KONI susah. Duit latihan tidak dibayar dan tidak jelas latihannya bagaimana. Jadi miris juga mendengarnya karena saya senang dengan olahraga,” ujar Erzaldi dalam menyampaikan sambutannya pada saat rapat dengan pengurus KONI Babel dan Pengprov Cabor di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur, Senin, 5 April 2021.

Erzaldi menuturkan persoalan yang dihadapi para atlet Bangka Belitung itu sudah cukup lama dan bahkan sudah hampir satu tahun. Puncaknya, kata dia, ketika semakin dekat Pekan Olahraga Nasional (PON) tapi kegiatan di cabor hampir tanpa ada gerakan.

“Terakhir sepengetahuan saya adalah Ilham seorang atlet tinju. Sebelumnya memang saya bantu masuk jadi anggota TNI karena berprestasi sewaktu Porprov dan latihan di sasana dirgantara. Dia ikut seleksi Sea Games dan Alhamdulillah lulus. Tapi yang membuat miris saya, tidak ada bantuan dari pengprovnya. Dan pengprovnya pun entah tahu atau tidak,” ujar dia.

Banyaknya laporan yang dia terima, kata Erzaldi, membuat pihaknya perlu memanggil KONI Babel dan pengprov cabor guna mengetahui bagaimana sebenarnya kinerja para pengurus.

“Ini semakin membuat saya harus memanggil sebetulnya KONI ini kerja atau tidak. Pengprov-pengrov kerja) apa tidak. Kalau kalian (Pengurus) tidak bekerja, sudah bilang saja. Mundur. Bilang saja kalau tidak mampu. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Daripada memberi malu,” ujar dia.

Menurut Erzaldi, hal tersebut perlu mendapat perhatian pihaknya karena jika prestasi Bangka Belitung tidak bagus di PON, maka yang akan disalahkan adalah pihaknya dan bukan pengurus KONI Babel atau pengprov cabor.

“Maka saya perlu memanggil semua pengurus KONI dan pengprov. Dipanggil pun tidak semuanya hadir. Pengprov semuanya hadir. Pengurus KONI cuma tujuh orang. Seharusnya datang seluruh pengurus KONI-nya. Pengprov pun yang diminta hadir adalah ketua dan sekretaris,” ujar dia.

Dikatakan Erzaldi, persoalan yang dihadapi atlet sebetulnya bisa diselesaikan. Namun hingga pertemuan hari ini, kata dia, belum sekali pun KONI Babel menemuinya untuk membahas soal anggaran.

“Mohon maaf bukan maksud apa. Kalian butuh duit untuk PON. Sedetik pun tidak ada kalian bertemu dengan gubernur yang akan memberikan duitnya. Jangankan bertemu, minta pun tidak. Kalau saya bilang ke DPRD susah kalian. Saya bingung mau prestasi apa. Mohon maaf, sekalipun kita tidak ada duit karena refocusing, bisalah kami bagaimana caranya. Tapi kalian tidak pernah datang. Kalian yang butuh, tidak ada kalian datang. Tidak apalah tidak sowan. Tapi lewat telepon kan bisa,” ujar dia.

Ketua KONI Bangka Belitung Elfandi mengatakan pihaknya tidak ada maksud untuk tidak menemui gubernur untuk membahas masalah anggaran KONI. Namun dia mengatakan ada perasaan segan karena gubernur yang dulu mudah ditemui, sekarang susah.

“Mohon maaf untuk bertemu saya merasa segan karena beberapa kali ketemu dan WA saya merasa. Dulu untuk bertemu mudah, sekarang susah. Jadi bukan saya menghindar. Bukan berarti tidak mau sowan. Kami mau sowan,” ujar dia.

Disampaikan Elfandi, pihak Dispora mengatakan bahwa sudah ada SK Gubernur untuk Dispora menangani KONI. Jadi untuk administrasi dan segala macamnya itu, kata dia, ada di Dispora untuk dilanjutkan ke tempat lain.

“Kami sudah melaksanakan program selama dua tahun lebih. Saya mau tanya pengprov mana yang tidak dibantu untuk kualifikasi. Bisa lolos PON sampai 84 orang dari 20 cabang olahraga. Zaman kita, semua kita bantu baik dari program Babel Pacak, maupun program kejurnas cabor,” ujar dia.

Elfandi menambahkan pada saat pandemi Covid-19 ada refocusing Anggaran KONI dari Rp 15 miliar menjadi Rp 3 Miliar. Meski dia tidak hadir, kata dia, banyak pihak yang menyampaikan berita-berita yang tidak diinginkan.

“Untuk cabor setahu saya semua kita bantu. Dan verifikasi sangat terbuka. Semua cabor menyampaikan angkanya seperti ini. Saya persilahkan tanya cabor yang hadir disini apakah kami tidak melakukan apapun. Kemudian tidak ada satupun Pengprov yang menyampaikan tentang atletnya. Karena perpanjangan tangan kami adalah pengurus cabor,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button