BANGKANEWS

Petani Desa Puding Besar Mendapatkan Bantuan Bibit Lada dan Kopi

Lensabangkabelitung.com, Pudingbesar – Koperasi Petani Lada Bangka Belitung memberikan bantuan 1200 bibit lada berlisensi dan 600 bibit kopi kepada petani lada Desa Pudingbesar, Jumat, 9 April 2021. Kegiatan berlangsung di kebun salah seorang petani lada, M Aris di Desa Puding Besar, Kecamatan Pudingbesar.

Sekretaris Koperasi Petani Lada Bangka Belitung, Putri Hartati mengatakan kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat Desa Puding Besar bahwa kedepan Babel yang akan menentukan harga lada di Pasar Internasional. Koperasi yang berdiri sejak 2019 ini sudah memiliki anggota sebanyak 72 petani dan akan terus bertambah seiring antusias masyarakat yang akan berkebun lada melalui program ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Deki Susanto. Kepada wartawan Deki mengatakan, banyak manfaat yang bisa dirasakan petani yang akan berkebun lada dengan bergabung menjadi anggota koperasi.

“Ini bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi dan koperasi kepada petani lada, mulai dari penyiapan lahan, upah, pembibitan, pupuk hingga panen semua akan di-cover oleh koperasi, karena saat ini sedang disiapkan MoU antara Bank Sumsel Babel dengan Koperasi Petani Lada Bangka Belitung untuk mewujudkan visi Babel sebagai penentu harga komoditi lada di pasar internasional,” kata Deki.

Program kemudahan dalam permodalan ini bekerjasama dengan Bank Sumsel Babel. Bantuan yang diberi tidak berupa uang cash, namun akan berupa bahan seperti, bibit, pupuk, upah, biaya pembukaan lahan dan lain sebagainya.

“Dalam hal ini, pemerintah provinsi tidak ingin memberi ‘ikan’, tapi pemerintah berusaha menuntun dan memberi solusi perihal permodalan kepada petani,” ujar Deki.

Tak cukup sampai di situ, di bawah pengawasan Disperindag Babel saat ini sudah memiliki tiga gudang yang masing-masing berlokasi di Mangkol Bangka tengah, Toboali Bangka Selatan dan Pudingbesar Bangka. Masing-masing gudang akan menjadi tempat penyimpanan lada bagi petani yang berminat mengikuti program Sistem Resi Gudang (SRG) ini.

Deki melanjutkan, saat ini sudah berjalan SRG (Sistem Resi Gudang). Petani bisa menyimpan lada di gudang Disperindag, dan sewaktu-waktu bisa dijual ketika harga lada sudah cukup tinggi.

Dikatakannya, misalkan petani menjual lada sebanyak 1 ton (1000 kg), dengan harga saat itu Rp 70.000, maka petani akan dibayar 70% saja, yakni 1000 x 70.000 x 70% = Rp 49.000.000.Kalau 3 bulan kemudian harga menjadi Rp 100.000 / kg, maka perhitungannya 1000 x 100.000 = 100.000.000 – 49.000.000 (uang yang sudah dibayarkan diawal) = maka sisa uang yang akan dibayar kepada petani adalah Rp 51.000.000.

Deki mengatakan, telah dilakukan penelitian oleh ahli dari IPB, yakni Dr. Tubagus Hikmadsyah, bahwa dalam rentang jarak tiga meter kali tiga meter, bisa ditanam Tasela (tanaman sela lada) seperti kacang-kacangan, kopi, sorgum, dan jahe. Dia juga mengungkapkan bahwa selain untuk meningkatkan produktivitas lahan keberadaan Tasela justru akan meningkatkan produktivitas dan kesuburan tanah, dimana saat memupuk Tasela juga secara langsung ikut memupuk Lada.

Terpisah, Kepala Desa Pudingbesar, Muhamad Zailani dalam wawancara kepada wartawan mengungkapkan, tantangan saat ini adalah sulitnya mencari lahan untuk berkebun dan sulitnya mencari junjung atau penegak untuk rambat tanaman lada, karena sebagian besar petani sudah beralih ke perkebunan kelapa sawit.

Sehingga menurutnya pemerintah provinsi dinilai hampir terlambat mengantisipasi fenomena tersebut. Namun, di lain sisi Muhamad Zailani patut bangga dengan program yang dicanangkan oleh Gubernur Bangka Belitung dan akan mendukung sepenuhnya program tersebut.

Tantangan kesulitan junjung untuk rambat tanaman Lada dijawab tuntas oleh Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Deki Susanto, mengatakan bahwa solusi untuk junjung bisa menggunakan pohon hidup yakni pohon gamal (sejenis pohon kapuk) yang bisa menjadi alternatif. Selain tasela yang berfungsi sebagai peneduh bagi lada, tasela juga bisa meningkatkan produktivitas petani dangan pemanfaatan lahan sela.

Petani lada Desa Puding Besar, M Aris, mengatakan kepada wartawan bahwa dia sangat bangga dengan program pengadaan bibit ini. Aris mengharapkan dengan program ini petani lada di Desa Pudingbesar akan semangat kembali berkebun lada.

Penulis: Abdul Roni | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button