NEWSPANGKALPINANG

Pasangan Selingkuh Digerebek Satpol PP Kota, 15 Menit Digedor Baru Buka Pintu

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Seorang pria yang mengaku Konsultan IT mitra BUMN yang berkantor pusat di Pangkalpinang digerebek Satpol PP. Pria berinisial KR, 29 tahun, itu diduga sedang melakukan indehoi dengan PAN, 27 tahun, perempuan yang bukan istrinya.

Peristiwa penggerebekan itu terjadi pada Senin dini hari, 19 April 2021, ketika Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pangkalpinang melakukan Operasi Pekat dengan menyasar kost-kostan dan kontrakan. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasatpol PP Kota Pangkalpinang, Efran.

Ketika menyusuri beberapa tempat di seputaran Kelurahan Salemba, petugas Satpol PP menemukan kecurigaan di salah satu
kontrakan yang berada di Jalan Belanak 3 RT03/RW02 Kelurahan Air Salemba, Kecamatan Gabek, Pangkalpinang.

Pintu kontrakan itu kemudian diketuk petugas. Tak ada sahutan. Petugas Satpol PP bertambah penasaran dan makin timbul kecurigaan.

Setelah sekitar 15 menit, akhirnya pintu dibuka oleh seorang pria. Ia didapati bersama seorang perempuan. Pria berinisial RK itu pun mengatakan bahwa perempuan yang bersamanya itu adalah istrinya. Kepada petugas, RK berusaha mengelabui dengan menunjukkan foto surat nikah melalui telepon selulernya. Di situlah letak kecurigaan petugas bertambah. Karena, terlihat jelas ada perbedaan foto wajah di surat nikah itu dengan perempuan yang ada di kontrakan tersebut.

Petugas pun meminta kartu identitas PAN, perempuan tersebut. Namun PAN enggan menunjukkannya. Akhirnya petugas menggiring pasangan bukan suami istri tersebut ke Kantor Satpol PP Kota Pangkalpinang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Saya sudah menanyakan pasangan tersebut, bahwa si pria yang berinisial KR tadi di rumah kontrakannya sempat menunjukan foto surat pernikahan dari ponselnya dan terbaca nama istri yang tertera di surat nikah itu berinisial R dan fotonya berbeda dengan wanita yang ada di kamar dan setelah ditanya wanita tersebut mengaku berinisial PAN,” ungkap Kasatpol PP Kota Pangkalpinang Efran kepada Lensabangkabelitung.com.

Dikatakan Efran, saat akan dibawa petugas, KR bahkan sempat menawarkan negosiasi, tapi dengan tegas ditolak oleh petugas Satpol PP.

“Kasus ini masih kami dalami dan masih diperiksa oleh penyidik dan apabila terbukti berstatus suami atau istri orang lain, maka akan kami limpahkan ke Polres Pangkalpinang guna diproses secara hukum yang berlaku,” ujar Efran.

Mengenai kegiatan razia yang dilakukan Satpol PP ini, dikatakan Efran untuk menjaga agar bulan suci Ramadan ini bersih dari segala penyakit masyarakat.

“Apalagi ini berduaan di dalam satu kontrakan rumah yang bukan pasangan yang sah, berduaan di tengah malam. Karena menurut adat Bangka apabila melakukan hubungan intim yang tidak sah maka 40 rumah yang bersebelahan di kanan kirinya akan tertimpa sialnya,” ujar Efran.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, baik KR maupun PAN enggan memberikan keterangan, “Saya sudah berikan keterangan kepada Bapak (petugas) tadi,” ujar KR.

Hingga berita ini ditayangkan, pasangan yang bukan suami istri yang sah ini masih dalam pemeriksaan penyidik Satpol PP Kota Pangkalpinang.

Penulis: Supri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button