NEWS

Keraguan Verifikasi CPI, Dirjen Minerba: Pengusaha Timah Jangan Tipu Pemerintah

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Adanya keraguan terhadap hasil verifikasi Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan smelter timah oleh Competent Person Indonesia (CPI) membuat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan pihaknya meminta para pengusaha dan eksportir timah bekerja dengan aturan yang sudah ditetapkan.

“Setiap pertemuan dengan pengusaha, saya selalu bilang pemerintah akan senang kalau perusahaan maju. Perusahaan sehat, negara sehat. Saya bilang saya mudahkan urusan anda. Tapi jangan tipu kami. Kita bermain sesuai ketentuan saja dan jujur,” ujar Ridwan kepada wartawan di Pelabuhan Pangkalbalam, kemarin, Minggu, 4 April 2021.

Menurut Ridwan, bekerja sesuai aturan tidak akan membuat perusahaan rugi banyak bahkan hanya berkurang sedikit keuntungannya. Kalau mau negara baik, kata dia, perusahaan dipersilahkan cari keuntungan asal jangan merugikan negara dan tidak membuat lingkungan rusak.

Ridwan menuturkan penetapan RKAB smelter timah harus diverifikasi oleh CPI adalah konsep yang bagus dalam upaya mengetahui berapa cadangan timah dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) masing-masing perusahaan.

“CPI juga kayak Sucofindo itu fungsinya. Jadi ketika dia bilang kami punya sekian, pemerintah punya pegangan dari orang yang tersertifikasi untuk menyatakan itu. Itulah fungsi CPI itu. Kalau tidak mau CPI, pasti mau main-main saja,” ujar dia.

Ridwan menyampaikan bahwa pihaknya juga akan memastikan terkait adanya perusahaan yang memiliki kuota ekspor timah yang besar sementara luasan IUP yang dimiliki kecil.

“Namun orang jangan langsung menuduh bahwa CPI melakukan pemerasan, penjahat. CPI adalah konsep yang benar. Di luar negeri juga seperti itu. Kalau CPI yang melakukan pelanggaran sudah ada sanksi kode etiknya sendiri. Mereka punya organisasi. Sertifikasi bisa dicabut juga,” ujar dia.

Ridwan meminta pihak-pihak yang meragukan kinerja CPI bisa langsung menemuinya. Dari pantauan Kementerian ESDM, kata Ridwan, hasil verifikasi dan kinerja CPI masih bagus.

“Kinerja CPI bagus karena beberapa orangnya saya kenal, berpengalaman dan memiliki reputasi baik. CPI ini memang baru. Jadi memang sesuatu yang baru orang bereaksi. Kalau kita mau sama-sama mencintai negara ini, ayo kita perbaiki. Jangan sedikit-sedikit marah atau nuduh. Kalau sudah biasa enak begitu diatur memang langsung bereaksi,” ujar dia.

Ridwan menambahkan pelanggaran yang terjadi dalam industri timah masih bisa diperbaiki. Namun dia menolak jika celah adanya pelanggaran disebut akibat sistem yang kurang bagus.

“Jangan sistemnya yang kita salahkan. Mungkin orang bisa salah. Tapi sistemnya tidak. Sebagian verifikasi CPI terkait RKAB ini masih dalam kewajaran. Memang kita harus tambah CPI sesuai kelompok dan bidangnya, seperti eksplorasi dan eksploitasi,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button