BANGKANEWS

Dapat Laporan dari Masyarakat, Kadis DLH Babel Memeriksa Aktivitas Tambang di Jalan Laut

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Babel, Eko Kurniawan, Kamis, 1 April 2021, meninjau langsung, kegiatan aktivitas penambangan di Lingkungan Jalan Laut, Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Dikatakan Eko, kegiatan ini dilaksanakannya setelah mendapat intruksi dari Gubernur Babel Erzaldi Rosman, yang mengatakan bahwa kalau mendapat laporan dari masyarakat karena aktivitas penambangan di kawasan hutan mangrove di Jalan Laut. Bahkan Eko dari bandara langsung ke lokasi.
“Iya ini tadi dari Belitung, langsung ke sini, saya sama Kasi Gakkum, kita verifikasi laporannya,” ujar dia.

Usai berkeliling meninjau hampir seluruh lokasi, dalam sesi wawancara kepada wartawan, Eko mengatakan bahwa konsentrasi mereka selaku pemberi izin PT Timah, DLH melihat dulu posisinya seperti apa, ternyata setelah dilakukan peninjauan di lokasi, ternyata ada beberapa yang harus diperbaiki oleh PT Timah terkait dengan IUP nya. DLH kemudian memetakan di luar IUP, dan ditemukan ada pencemaran yang ditandai air keruh atau Total Suspended Solid (TSS).

Eko mengungkapkan, bahwa lingkup yang di dalam IUP PT Timah, ada saluran yang terbuka, itu dipastikan suatu pelanggaran, dan itu harus diperbaiki. Karena potensi DAS ketika air pasang, dipastikan akan keluar dan bisa menyebabkan kekeruhan. Ketika disinggung soal peluang terjadinya banjir di kawasan hutan mangrove ini, Eko mengatakan bahwa ada banyak faktor, bisa pendangkalan, bisa debit air yang besar pada musim penghujan dari hulu, dan ini butuh dikaji lebih dalam bersama dinas-dinas terkait.

Tentang aktivitas penambangan ilegal di luar IUP PT Timah di kawasan tersebut, Eko mengatakan, bahwa wewenang pengawasan dan penindakan itu berada di aparat penegak hykum, dalam hal ini Polres Bangka dan Satpol PP dan Polisi Hutan Kabupaten Bangka. DLH hanya menangani perizinan yang berada di dalam IUP saja.

Sementara itu, Pokdakan Pesona Cahaya Lesatari, kelompok budidaya ikan yang berada di hilir dari DAS mengeluhkan banyaknya ikan yang mati, bahkan perubahan rona air sangat signifikan dalam seminggu terakhir.

“Jika ditemukan ada semacam tumpahan minyak, silahkan lapor ke DLH Bangka, nanti akan saya intruksikan ke Kadis LH Bangka, kemudian ambil sampel nya” jelas Kadis kepada salah Ketua Pokdakan Pesona Cahaya Lestari di lokasi.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu ditemukan beberapa jenis ikan mati mendadak di Kerambah Jaring Apung milik Pokdakan tersebut. Seperti kakap putih, kerapu betutu dan lain-lain. Bahkan dari 2000 ekor benih ikan kakap puting hanya tinggal 10 persen saja yang masih hidup. Sementara benih ikan kakap putih itu adalah bantuan dari PT Timah sendiri. Kerugian akibat matinya ikan di KJA Lokdakan ditaksir ratusan juta rupiah.

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Timah Tbk dan mitranya terhadap temuan ini.

Penulis: Abdul Roni | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button