NEWS

Terkena Puting Beliung, Atap Bangunan Polman Babel Beterbangan, Air Genangi Ruangan Dosen

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Angin puting beliung melanda kawasan sekitar kampus Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel), Sungailiat. Kencangnya angin yang bertiup pada Rabu sore, 24 Maret 2021, sekitar pukul 15.20 WIB itu, mengakibatkan beberapa atap bangunan gedung beterbangan dan pohon tumbang. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Zaldy, salah seorang dosen Polman Babel menceritakan, peristiwa terjadi ketika sedang ada aktivitas di dalam gedung Jurusan Teknik Mesin itu. “Pas masuk waktu shalat Ashar ada suara keras di bagian atap gedung disertai angin dan hujan deras. Tak lama kemudian air mulai rembes di plafon,” ujar dia.

Sontak para dosen dan mahasiswa mengamankan dokumen dan peralatan penting kegiatan perkuliahan di dalam gedung. “Tadi saya lihat beberapa mesin pratikum teknik mesin terkena air, belum tahu seberapa parah kerusakannya, dokumen dosen yang tersusun di atas meja ikut terkena air,” lanjut dia.

Zaldy menceritakan puting beliung yang melanda gedung Jurusan Teknik Mesin, mengakibatkan sebagian atap gedung terbang, sebagian atap yang masih bertahan ada di bagian atas. Besarnya debit air dari atap yang tersisa langsung mengalir ke plafon dan rembes ke dalam gedung. Ia melanjutkan, air dari lantai atas gedung mengucur deras dari lantai dua ke lantai dasar melalui anak tangga, air juga langsung mengenai komputer dosen dan beberapa mesin di dalam gedung. “Tadi saat akan mencabut adaptor laptop dari terminal listrik saya sempat tersetrum kecil,” ujar dosen bergelar S.ST., M.T ini.

Kondisi yang cukup parah tak hanya gedung, angin puting beliung juga menghantam bangunan parkir kendaraan mengakibatkan runtuh seketika. Setidaknya beberapa pohon di halaman kampus tumbang, beberapa dahan pohon juga patah. Pintu salah satu ruang rusak berat, plafon gedung juga banyak yang jebol.

Belum ditaksir berapa kerugian akibat peristiwa angin puting beliung ini. Untuk menghindari kontak listrik, pihak kampus kemudian memadamkan listrik yang mengalir ke gedung.

Penulis: Abdul Roni | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button