NEWS

Akan Ngantor di Aset Milik Parpol, Independensi MUI Babel Dipertanyakan

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Akan berkantornya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di aset bangunan milik partai politik menimbulkan keterkejutan banyak kalangan. Sebab, sebagai lembaga keumatan, keberadaan MUI di provinsi ini hendaknya tak boleh dibiarkan seperti partikel bebas, yang bisa ditarik ke sana ke mari.

Keterkejutan pertama disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Babel, Dede Purnama. “Saya baru mendengar hal ini. Sebaiknya, saya akan komunikasi dengan Pak Zayadi (Ketua MUI Babel -red) dulu. Saya mau tahu pandangannya mereka,” ujar Dede Purnama, kepada Lensabangkabelitung.com, Senin, 1 Maret 2021.

Adapun Aksan Visyawan, legislator DPRD Babel dari Partai Keadilan Sejahtera, juga menyatakan keterkejutannya atas pilihan yang dijatuhkan MUI Babel yang menerima tawaran kantor dari partai politik.

“Satu sisi bagus. Kita tidak boleh suuzon (berburuk sangka -red). Kita harap MUI bisa bekerja profesional,” ujar Aksan.

Meski demikian, lanjut Aksan, pilihan MUI untuk berkantor di aset milik partai politik, dapat memberi imbas pada independensi lembaga keumatan tersebut.

“Saya berharap MUI bisa independen. Tidak memihak satu kelompok. Harus mengayomi umat Islam keseluruhan,” ujar dia.

Karena itu, menurut Aksan, ada baiknya MUI harus memikirkan lagi pada langkah-langkah dan pilihan yang diambil. “Ini kita harus dialog lagi. Takut ada dampaknya,” ujar dia.

Secara ideal, menurut Aksan, MUI harus difasilitasi oleh pemerintah daerah. “Kita tidak tahu apa persoalannya dengan pemerintah daerah Babel. Kita harap baik-baik saja. Kita berharap MUI bisa bekerja dengan sebaik-baiknya,” ujar Aksan.

Sebelumnya, dua hari lalu, delegasi MUI Babel bertandang ke Kantor DPD PDIP Babel untuk menerima kunci bangunan eks Kantor DPD PDIP yang berada di Jalan Air Itam, Pangkalpinang. Saat itu prosesi penyerahan kunci dilakukan.

“Suatu kebanggaan karena ini mungkin pertama kalinya partai politik meminjamkan asetnya untuk kantor organisasi apalagi MUI. Kami berharap dengan adanya kantor ini, kami bisa lebih mudah melakukan pengkaderan serta sosialisasi terkait program-program MUI,” ujar Zayadi, kepada media, kala itu.

Ketika dihubungi Senin sore, 1 Maret 2021, Zayadi mengatakan pilihannya untuk menerima tawaran kantor, setelah lembaga yang dipimpinnya mendapat kunjungan petinggi PDIP di Bangka Belitung.

“Orang datang ke kita, rasanya enggak etis kalau tidak diterima. Kita tidak ada muatan politis apa-apa,” ujar dia.

Saat ini, dikatakannya, MUI Babel masih menempati bangunan ruko di bilangan Kolong Ijo, Pangkalpinang, yang disewa.

“(Masa sewa rukonya) masih tersisa satu tahun lebih,” imbuhnya.

Dengan dasar menghormati pemberian pinjaman kantor yang telah ditawarkan oleh PDIP, menurut Zayadi bangunan itu akan digunakan oleh MUI. Namun, dia masih enggan untuk menentukan kapan waktu persisnya bangunan itu akan ditempati.

“Kami menghormati. Kami terima, sekalipun itu entah kapan akan ditempati. Paling-paling yang di sana, akan kita gunakan untuk lembaga-lembaga,” ujarnya, seraya mengatakan ada banyak lembaga yang terhimpun di bawah naungan MUI.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Babel Didit Srigusjaya masih belum menjawab konfirmasi yang dimintakan kepadanya tentang peminjaman aset kepada MUI Babel tersebut.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button