NEWS

Wisma Karantina Gedung Diklat Bangka Selatan Hampir Penuh

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Juru Bicara Satuan Tugas Pengendalian Covid-19 Kabupaten Bangka Selatan, Supriyadi mengatakan, kamar isolasi pasien Covid-19 di Wisma Karantina Gedung Diklat Kabupaten Bangka Selatan hampir penuh. Hal itu dikarenakan miningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Negeri Junjung Besaoh.

“Kapasitas Wisma karantina kita di Gedung Diklat sampai saat ini sebenarnya untuk 100 orang atau 50 kamar. Namun yang layak sampai hari ini untuk dipakai sebelum ada perbaikan yang lain sebanyak 29 kamar artinya untuk 48 orang,” kata Supriyadi kepada wartawan, Senin 8 Februari 2021.

Ia menuturkan, dalam keadaan emergensi atau keadaan darurat, pihaknya telah melakukan rapat untuk segera memperbaiki fasilitas kamar yang tidak layak agar bisa ditempati guna mengantisipasi adanya penambahan kasus baru.

“Besok Insya Allah sudah ada yang selesai di isolasi jadi sudah ada kamar yang kosong. Saat ini total pasien di wisma karantina kita berjumlah 48 orang dengan kriteria satu terkonfirmasi lewat PCR dan 47 adalah positif rapid Antigen,” ujar dia.

Supriyadi yang juga kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan ini juga mengungkapkan pasien yang terkonfirmasi positif dari rapid Antigen Swab dilakukan isolasi di wisma karantina Gedung Diklat untuk mencegah penyebaran kepada orang lain.

“Pasien positif dari hasil Rapid Antigen Swab ini di isolasi ke wisma karantina supaya tidak menyebarkan kepada orang lain yang ada di sekitarnya,” ujar dia.

Ia menambahkan, Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bangka Selatan sampai dengan saat ini berjumlah 187 orang dengan rincian 175 orag dinyatakan sembuh, 5 dalam perawatan, dan 7 meninggal dunia.

“Kita menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi pandemi Covid-19 dengan cara tetap mamatuhi protokol kesehatan 3 M ditambah 2 M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” ujar dia.

Penulis: Rusdi | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button