LENSA EKONOMINEWS

Tarif Cukai Naik 12,5 Persen, Peredaran Rokok Ilegal di Pulau Bangka Diprediksi Meningkat

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kementerian Keuangan resmi menaikan tarif cukai rokok terhitung sejak 1 Februari 2021. Meski kebijakan itu bertujuan meminimalisir risiko kematian akibat Covid-19 bagi para perokok, namun hal itu diprediksi memberi pengaruh terhadap peredaran rokok ilegal.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean (KPP-TMP) Bea Cukai Pangkalpinang Yetty Yulianty mengatakan pihaknya memprediksi peredaran rokok ilegal khususnya di wilayah kerjanya di Pulau Bangka akan meningkat. Apalagi sebelum tarif cukai naik, kata dia, pihaknya sudah sering melakukan penindakan peredaran rokok ilegal.

“Pasti lebih marak lagi. Namun kita sudah diperintahkan untuk melakukan operasi pengawasan rokok ilegal dengan nama Operasi Gempur,” ujar Yetty kepada wartawan usai Kegiatan Pemusnahan Barang Milik Negara Hasil Penindakan di Komplek Perumahan Dinas Bea Cukai Pangkalpinang, Rabu, 3 Februari 2021.

Yetty menuturkan pemusnahan 195.637 ribu bungkus rokok dengan isi 3.912.740 batang dengan total nilai barang senilai Rp 3.961.897.800 yang dilakukan pihaknya hari ini adalah salah satu hasil operasi gempur.

“Kita juga dari Bea Cukai sudah mendapat perintah untuk menekan peredaran rokok ilegal sampai dengan tiga persen,” ujar dia.

Menurut Yetty, kondisi pandemi memang sangat mempengaruhi semua sektor dan membuat produksi maupun daya beli industri hasil tembakau terjadi penurunan.

“Namun demikian, kami harus tetap mengawal penerimaan sebagai bentuk menjalankan fungsi revenue collector dengan melakukan dengan dua hal, yakni pertama melakukan kebijakan penyesuaian tarif cukai dan kedua melakukan operasi pengawasan rokok ilegal,” ujar dia.

Yetty menambahkan jika masyarakat menemukan rokok tanpa dilengkapi pita cukai atau rokok yang dilekati pita cukai palsu atau terdapat keraguan terhadap pita cukai, diharapkan informasi tersebut disampaikan kepada pihaknya.

“Kami akan menindaklanjutinya karena itu adalah bentuk kepedulian kita bersama dalam hal memberantas peredaran barang ilegal yang juga sama artinya turut serta mengamankan penerimaan negara,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button