NEWS

Resmikan Lapangan Tembak Presisi, Kapolda Babel Minta Keterampilan Menembak Polisi Ditingkatkan

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung Inspektur Jenderal Anang Syarif Hidayat meresmikan lapangan tembak presisi yang dikhususkan sebagai sarana latihan anggota polisi dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilannya.

“Lapangan tembak yang sudah lama tidak digunakan ini kita renovasi dan resmikan penggunaannya kembali. Lapangan tembak ini jadi ajang bagi kita untuk meningkatkan prestasi dalam melakukan tugas kita, khususnya dalam penyelesaian perkara dan permasalahan yang ada,” ujar Anang dalam sambutannya ketika meresmikan lapangan tembak presisi Polda Bangka Belitung, Senin, 8 Februari 2021.

Menurut Anang, pemberian nama presisi bukan hanya sekedar mendukung program kapolri saja. Namun kata presisi digunakan dalam arti yang sebenarnya yakni tepat akurat.

“Presisi itu tidak meleset. Nembak lutut kena lutut. Dalam jarak dan jangkauan yang benar. Tidak salah tembak lagi kita. Jangan ada lagi komplain dari masyarakat karena salah tembak,” ujar dia.

Anang menuturkan polisi pemegang senjata api bisa banyak berlatih di lapangan tembak tersebut. Dia meminta lokasi lapangan dijadikan arena latihan sehari-hari bagi polkai.

“Kalau terkait logistik, senjata dan peluru silahkan koordinasikan dengan Karo Logistik bagaimana support-nya. Lebih baik peluru-peluru ini habis saat latihan daripada tidak presisi atau salah sasaran,” ujar dia.

Anang juga meminta pengelola dan pelatih di lapangan tembak tersebut tidak hanya melatih anggota yang latihan stasioner saja. Namun diperlukan juga latihan untuk menembak reaksi dimana penembak maupun sasarannya bergerak.

“Karena di lapangan seperti itu. Di lapangan, kita menghadapi permasalahan yang sesungguhnya dimana sasarannya bergerak dan anggota yang menembak juga bergerak,” ujar dia.

Anang menambahkan perlu adanya modifikasi lapangan tembak dengan menambah katrol yang menggerakkan sasaran supaya bergerak dan ditembak dengan anggota yang bergerak juga.

“Coba itu dilatih. Dengan demikian keterampilan anggota ada peningkatan. Kalau perlu kita lombakan sekali-kali diantara para pemegang senpi. Jadi prestasi dan kualitas menembak anggota betul-betul bisa semakin dipertanggungjawabkan. Jangan ngarang-ngarang saja,” ujar dia.

Penulis: Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button