BANGKA SELATANNEWS

PWI Bareng Pokja Jurnalis Basel dan Disdikbud Gelar Lomba Menulis Cerita Rakyat

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangka Selatan bersama Kelompok Kerja (Pokja) Jurnalis bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan menggelar lomba menulis cerita rakyat tingkat pelajar SLTP se-Bangka Selatan.

Ketua PWI Bangka Selatan, Deddy Irawan mengatakan, lomba menulis ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 di Bangka Selatan.

“Pada peringatan HPN tahun ini, PWI dan Pokja bersama Dindikbud Bangka Selatan kembali menggelar lomba menulis tentang cerita rakyat tingkat pelajar SLTP se-Bangka Selatan. Selain itu, lomba menulis ini juga sebagai tindak lanjut dari pelatihan jurnalistik tahun lalu,” kata Dedy didampingi pengurus dan anggota, Kamis 18 Februari 2021.

Melalui kegiatan lomba menulis, Deddy yang juga ketua Pokja Jurnalis Bangka Selatan berharap dapat meningkatkan gerakan literasi sekolah khusunya bagi pelajar tingkat SLTP.

“Untuk lomba menulis cerita rakyat atau legenda dimulai pada 18 Februari – 4 Maret 2021. Tulisan dikirimkan ke email pwibangkaselatan@gmail.com. Panitia PWI, Pokja dan Disdikbud Basel akan memilih 6 peserta terbaik dan akan mendapatkan tropi, piagam serta bonus uang pembinaan,” ujar dia.

Dedy menambahkan, bagi enam peserta terbaik akan diberikan bonus berupa tropi dan piagam serta uang pembinaan. Untuk Juara I, tropi dan piagam, bonus pembinaan Rp 1.000.000, Juara II, tropi dan piagam, bonus pembinaan Rp 750.000, Juara III, tropi dan piagam, bonus pembinaan Rp 500.000.

“Juara IV, tropi dan piagam, bonus pembinaan Rp 300.000, Juara V, tropi dan piagam, bonus pembinaan Rp 200.000, Juara VI, tropi dan piagam, bonus pembinaan Rp 100.000,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan Sumadi menyebutkan lomba menulis cerita rakyat ini selain untuk meningkatkan gerakan literasi sekolah juga untuk menggali cerita rakyat yang akan dituangkan dalam sebuah tulisan.

“Nanti masing-masing peserta SMP harus menuangkan cerita rakyat atau bisa juga legendanya ke dalam tulisan, tentu masing-masing SMP punya cerita atau legenda dari daerahnya masing-masing, cerita rakyat biasanya fiksi, sedangkan legenda biasanya fakta sejarah, jika tulisan sudah terkumpul semua akan kita buatkan buku kumpulan cerita rakyat Bangka Selatan,” ujar dia.

Sekretaris PWI Basel, Wiwin Suseno menyebutkan tulisan para pemenang selain akan diterbitkan di media massa, tulisan legenda cerita fakta sejarahnya juga akan diliput oleh media elektronik.

“Untuk tulisan yang dilombakan minimal 700 karakter, lomba menulis cerita rakyat ini sangat menarik, kumpulan tulisan bisa kita bukukan, cerita yang menarik bisa kita angkat menjadi sebuah film pendek menceritakan tentang sejarah atau legenda daerah Bangka Selatan dan akan menjadi media promosi Bangka Selatan tentunya,” ujar dia.

Penulis: Rusdi | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button