BELITUNGNEWS

KLHK Dikabarkan Setop Pembangunan SPBE Juru Seberang Belitung, Ini Penjelasan Pertamina

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Wilayah Sumbagsel memberikan penjelasan terkait informasi dihentikannya proyek Pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Desa Juru Seberang Kabupaten Belitung oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK.

Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina MOR II Wilayah Sumbagsel Umar Ibnu Hasan mengatakan Pertamina sudah menggelar pertemuan dengan pengusaha PT Bukit Intan Sejahtera yang mengerjakan pembangunan SPBE tersebut.

“Dapat kami sampaikan bahwa kami sudah bertemu dan berkoordinasi dengan pengusaha SPBE. Dari hasil konfirmasinya, beliau menyampaikan bahwa yang dimaksud (penyegelan) itu di luar dari tanahnya dan pekerjaan tetap dilakukan,” ujar Umar kepada wartawan, Senin, 15 Februari 2021.

Umar menuturkan pemasangan plang tersebut dibuat agar pekerjaan pembangunan SPBE tidak melewati batas. Adapun Jarak dari dinding SPBE, kata dia, berjarak sekitar 5-6 meter. “Untuk sertifikat tanahnya juga sudah ada,” ujar dia.

Sebelumnya pada Jumat 12 Februari 2021, KLHK memasang plang yang menerangkan bahwa dilarang untuk melakukan kegiatan apapun dalam area tersebut.

“Areal ini dalam proses pengajuan hukum lingkungan hidup atas dugaan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan/atau perizinan lingkungan hidup,” kalimat yang tertulis dalam plang KLKH RI.

Selain itu turut termuat tulisan “Dilarang melakukan apapun didalam area ini. Barangsiapa dengan sengaja memutuskan, membuang atau merusak penyegelan suatu barang oleh atau atas nama penguasa umum yang berwenang, atau dengan cara lain menggagalkan penutupan dengan segel, diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan”.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button