BANGKA SELATANNEWS

Kejari Basel Terima SPDP Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Selatan telah menerima Surat Perintah Dimulainya penyidikan (SPDP) dari pihak Polres Bangka Selatan terkait dengan perkara dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan dokumen tanah di Desa Sadai, Kabupaten Bangka Selatan oleh oknum pemerintah desa.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, Denny membenarkan SPDP perkara dugaan tindak pidana pemalsuan surat dokumen telah diterima dari pihak Polres Basel sejak tanggal 25 Januari 2021.

“Sudah sejak 25 Januari lalu SPDP masuk, dan sudah teregister atau terinput data perkaranya terkait pasal 263 tentang pemalsuan tandatangan surat dokumen. Namun pada SPDP ini
belum ada tersangka yang ditetapkan,” kata Denny kepada wartawan, Rabu 17 Februari 2021.

Ia menuturkan, untuk poin pasal 263 yang disangkakan dalam perkara tersebut ialah ayat 1 yang berbunyi barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau kepercayaan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat itu seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemalsuan tersebut dapat menimbulkan kerugian.

“Karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Basel sudah menaikkan perkara dugaan pemalsuan tandatangan surat dokumen sejak November 2020 lalu ke penyidikan.

Adapun pelapor yakni Umar warga desa Sadai, Tukak Sadai. Dia melaporkan oknum Desa Sadai terkait pemalsuan tandatangan surat dokumen tanah, mengatasnamakan dirinya.
Atas hal inilah oknum desa diduga telah membebaskan lahan kepada pihak perusahaan swasta untuk dikelola jadi Kawasan Industri Sadai.

Penulis: Rusdi | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button