NEWS

Dua Terduga Teroris Ditangkap Densus, PWNU Babel: Pemahaman Agamanya Tidak Komplit

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Tertangkapnya dua orang di Pulau Bangka dan Belitung karena terkait terorisme dan radikalisme turut menjadi perhatian masyarakat. Bahkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) pun turut angkat bicara.

Ketua PWNU Bangka Belitung Kiyai Haji Ja’far Shiddiq mengatakan tertangkapnya dua terduga teroris di Bangka Belitung telah menjadi pembicaraan diinternal NU.

“Kita melihat pemahaman agamanya yang tidak komplit karena melihat agama dengan cara keras dan radikal. Padahal Islam tidak seperti itu. Islam itu rahmah atau kasih sayang,” ujar Kiyai Ja’far kepada wartawan usai Dialog Kebangsaan Harlah NU Ke-95 yang digelar di Bangka City Hotel, Rabu, 10 Februari 2021.

Menurut Kiyai Ja’far, NU sangat konsisten dalam upaya pencegahan paham radikalisme dan terorisme, dimana ada 28 ribu Pondok Pesantren (Ponpes) NU yang terdaftar di Lembaga Pendidikan Maarif semuanya bebas dari paham radikal.

“Tidak ada satu pesantren pun yang terpapar radikalisme. Artinya NU clear tentang hal ini. Tinggal bagaimana kita bersinergi dengan pemerintah dan organisasi seperti Muhamadiyah untuk mengajarkan agama dengan santun,” ujar dia.

Dikatakan Kiyai Ja’far, NU tetap masuk ke kelompok diluar NU dengan berbagai lembaga yang terafiliasi dengan NU dalam memberikan dakwah atau pembinaan para da’i agar tidak terpapar radikalisme.

“Kita juga minta ke Kemenag agar tidak menugaskan da’i yang terpapar. Yang parah adalah ketika ada yang mendatangkan dai dari luar. Datang kesini ceramah seenaknya sendiri. Kita memaksimalkan Badan Lembaga Takmir Masjid untuk masuk lewat masjid-masjid. Ada juga LPNU untuk masuk ke sektor pendidikan untuk memberikan pemahaman tentang aswaja atau ahli sunnah wal jamaah,” ujar dia.

Semenjak didirikan, kata Kiyai Ja’far, NU tetap menjadi garda terdepan dalam membela NKRI dari sebelum kemerdekaan hingga hari ini dengan merawat keberagaman.

“Kita jaga dan rawat keberagaman baik itu keberagaman agama, suku, bangsa dan budaya. Sampai hari ini NU tetap merajut keberagaman itu,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor