NEWS

Ratusan Warga Antre Rapid Antigen di Farmalab Bandara Depati Amir

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Ratusan warga mengantre di depan Farmalab Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bangka Belitung untuk menjalani rapid antigen menyusulnya kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mewajibkan bagi pelaku perjalanan harus melewati rapid antigen memasuki liburan Nataru.

Diinfokan bahwa, kemarin Gubernur Babel Erzaldi Rosman telah mengumumkan kewajiban rapid antigen bagi siapa aaja yang akan keluar dan masuk ke Bangka Belitung. Hal ini untuk menekan laju pertambahan pasien positif di provinsi ini. Kewajiban rapid antigen juga telah disampaikan oleh Gubernur DKI Anies Baswedan yang mewajibkan siapa saja pelaku perjalanan yang transit di Jakarta.

Ruslan Abdul Gani, 24 tahun, pelaku perjalanan asal Desa Kemuja, Kabupaten Bangka tujuan Jakarta, saat dikonfirmasi mendukung kebijakan penambahan rapid antigen yang diberlakukan Pemerintah Pusat sepanjang liburan Natal dan Tahun Baru terhitung pertanggal 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021.

“Saya sudah ikut rapid antigen satu hari sebelum keberangkatan, karena antigen ini dapat informasi hasilnya lebih lama dari rapid test antibody pada umumnya, lebih mahal Rp 200ribu,” ujar Ruslan panggilan akrab Ruslan Abdul Gani saat dikonfirmasi, di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Minggu, 20 Desember 2020.

Terpisah, saat ditanyakan kepada Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Muhammad Fauzan melalui pesan WhatsApp mengenai layanan rapid antigen di rumah sakit, penanganannya hanya diberlakukan bagi pasien perawatan bukan untuk pelaku perjalanan.

“(Di RSUD Depati Hamzah) ada. Tapi sementara (layanannya) belum bisa buat pelaku perjalanan, tapi hanya untuk perawatan,” jawabnya singkat.

Sementara itu, dr Fauzan mengakui alat test rapid antigen akan datang dalam jumlah sangat banyak di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang hari ini, Minggu 20 Desember 2020, namun saat ditanya berapa jumlah tersebut dalam peliputan ini belum dijawab oleh pihak rumah sakit.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button