NEWS

Prediksi Gangguan Kamtibmas Libur Nataru di Babel, dari Tawuran Hingga Terorisme

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung memprediksi ada sejumlah gangguan pada selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Gangguan-gangguan tersebut diprediksi bisa mengganggu situasi dan kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Bangka Belitung.

Wakapolda Bangka Belitung Brigadir Jenderal Umar Dani mengatakan beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus diantisipasi antara lain ancaman terorisme dan radikalisme, sabotase, penyalahgunaan narkoba dan pesta miras.

“Selain itu prediksi juga adanya aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas,” ujar Umar Dani dalam sambutannya pada kegiatan Apel Operasi Lilin Menumbing di Mapolda Bangka Belitung, Senin, 20 Desember 2020.

Menurut Umar Dani, seluruh pihak juga harus mengantisipasi terjadinya ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan di wilayah Bangka dan Belitung.

“Saya harapkan seluruh Kasatwil mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta cara bertindak yang tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada, sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah,” ujar dia.

Umar Dani menuturkan sebagai upaya mengantisipasi gangguan kamtibmas selama Nataru, Polri menyelenggarakan Operasi Lilin-2020 yang akan dilaksanakan selama 15 hari, mulai dari tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021.

“Operasi ini dilaksanakan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis serta penegakan hukum secara tegas dan profesional. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman,” ujar dia.

Umar Dani menambahkan pengamanan nataru tahun ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa karena dikhawatirkan menjadikan masyarakat cenderung under estimatee dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat.

“Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini kita harus lebih peduli. Jangan sampai kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button