BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA KRIMINALNEWS

Pencuri Tewas Dikeroyok di Desa Bencah, Warga Diminta Tidak Main Hakim Sendiri

Lensabangkabelitung.com, Toboali– Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Siswanto menghimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri jika menemukan tindak kejahatan dalam bentuk apapun. Imbauan itu disampaikan usai Marviarlie (41 tahun), warga Toboali tewas setelah dikeroyok oleh lima orang di Dusun Meleset, Desa Bencah pada Kamis, 17 Desember 2020 lalu.

“Jika menemukan tindak kejahatan, masyarakat hanya berhak untuk menangkap, tapi bukan untuk dipukuli atau dianiaya apalagi sampai menyebabkan meninggal dunia seperti kasus yang terjadi di Desa Bencah,” ujar Agus kepada wartawan, Rabu, 23 Desember 2020.

Agus menuturkan tindakan main hakim sendiri menimbulkan permasalahan baru karena orang yang melakukan lnya harus bertanggung jawab atas hilangnya nyawa seseorang.

“Nyawa itu lebih penting dari pada kejahatan. Untuk itu masyarakat harus menghormati dan menghargai jiwa, jangan main hakim sendiri, apalagi sampai menyebabkan hilangnya nyawa orang,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, diduga korban yang meninggal merupakan pelaku pencurian pencurian 6 unit pompa tanah merk Super Gajah warna Hijau milik seorang warga yang juga menjadi tersangka yaitu Kadeyanto (47).

“Karena diduga pelaku sudah meninggal, maka kasusnya akan dihentikan. Namun untuk kasus pengeroyokan terhadap korban ini sudah diamankan lima orang oleh Polsek Airgegas. Terhadap kelima tersangka pengeroyokan, disangkakan dengan Pasal 170 Ayat 2 ke 3 KUHP,” ujar dia.

Adapun kelima pelaku yang diamankan dalam pengeroyokan terhadap Marviarlie hingga tewas yaitu Kadeyanto (47), Niki (42), Heri Kurniawan (28), Heri Yong (35) dan Yanto (50).

Penulis : Rusdi | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Check Also
Close
Back to top button