NEWSPANGKALPINANG

Gerah Kebijakannya Ditunggangi Ormas, Molen Tegas untuk Menutup Lokalisasi

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Keberadaan lokalisasi Parit Enam dan Teluk Bayur tinggal menghitung hari. Setahap lagi menuju penutupan. Pemerintah Kota Pangkalpinang telah melayangkan surat peringatan kedua atau SP2, agar pengelola berikut penghuninya segera angkat kaki.

Hadirnya praktik bisnis esek-esek di lokalisasi Parit Enam dan Teluk Bayur, telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Tiadanya ketegasan dari beberapa wali kota sebelumnya, membuat keberadaan lokalisasi itu seolah terlegalkan. Apalagi belakangan terungkap, ada ormas yang membekingi lokalisasi tersebut. Lembaran setoran dan video kehadiran bekingan ormas, viral di media sosial.

Ultimatum untuk menutup lokalisasi Parit Enam dan Teluk Bayur, pun telah disampaikan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil.

“Kita telah sepakat bahwa itu kita tutup,” ujar dia, beberapa waktu lalu.

Soal video yang viral hadirnya bekingan ormas di lokalisasi tersebut, Molen menegaskan kebijakan pemerintahan yang dipimpinnya tak boleh diintervensi oleh pihak mana pun.

“Video itu gak ada hubungannya dengan kita,” tegas Molen.

Molen mengatakan pihaknya akan terus menutup total tempat yang disebutnya sumber penyakit warga itu, baik di Teluk Bayur dan Parit Enam.

“Tidak ada kendala, kita terus, kita teruskan dari SP1, sekarang SP2, dan sampai SP3. Itu sampai tuntas,” ujarnya.

Sebagai informasi, sejauh ini Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Pangkalpinang, Efran mengatakan pihaknya telah melayangkan SP2 terhadap dua pengelola kawasan lokalisasi di Kota Pangkalpinang.

Adapun SP2 tersebut langsung diberikan oleh tim Satpol PP di lapangan pada Senin, 15 Desember 2020 lalu, berdasarkan instruksi Wali Kota Pangkalpinang.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button