BELITUNGLENSA KRIMINALLENSA POLITIKNEWS

Sudah Setahun Berlalu, Apa Kabar Penanganan Kasus Tragedi Sijuk?

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kasus penertiban tambang timah ilegal yang dilakukan Satpol PP Pemprov Babel yang berakhir dengan kericuhan dengan penambang atau yang dikenal dengan tragedi Sijuk, hingga saat ini kasus tersebut masih berproses di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpandan, Belitung.

Padahal peristiwa yang terjadi di aliran Sungai Sengkelik Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung tersebut pada tanggal 2 November 2020 lalu sudah tepat setahun. Sebelumnya dalam laporan kepolisian, ada tiga laporan polisi dalam peristiwa tersebut, yakni soal pembakaran, pengrusakan dan penganiayaan. Total ada delapan orang penambang dan satu orang anggota Satpol PP Pemprov Babel yang ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait hal itu, Kepala Kejari Tanjungpandan Ali Nurdin mengatakan bahwa kasus yang turut membuat Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah jadi korban tersebut masih tetap dijalankan proses hukumnya.

“Kasus ini masih jalan proses hukumnya. Untuk lebih jelas silahkan ke kantor karena prosesnya ada beberapa berkas yang ditangani jaksa-jaksa dan perlu lebih jelas dengan Kasi Pidum administrasi mana yang sudah P21 dan mana yang belum,” ujar Ali saat dihubungi Lensabangkabelitung.com, Jumat, 6 November 2020.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Belitung AKP Chandra Satria Perdana mengatakan perkara tersebut sudah di Kejaksaan dan sudah mau P21.

“Tersangka masih sama. Kita hanya menunggu agar tahap dua berbarengan. Semua ada tiga berkas perkara,” ujar dia.

Peristiwa penyerangan terhadap Abdul Fatah dan anggota Satpol PP itu sendiri terjadi di Kawasan Hutan Lindung Geosite Desa Sijuk Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung pada Sabtu, 2 November 2019 lalu. Buntut peristiwa itu, terjadi saling lapor antara kedua belah pihak dan menghasilkan tiga Laporan Polisi (LP) yakni LP kasus pengrusakan, LP kasus penganiayaan dan LP kasus pembakaran.

Data yang diterima Lensabangkabelitung.com sebelumnya terdapat 9 orang tersangka dalam tiga LP tersebut, yakni tersangka LP kasus pengrusakan atas nama Martani, Wendri, Anggara Surya, Nurdiansyah, Galu Pribadi, Iskandar, Hendra dan Indra Aspurwa. Tersangka kasus pembakaran adalah Kepala Seksi Operasi Satpol PP Pemprov Babel Sandi Aji dan tersangka kasus penganiayaan dengan pelapor Nurul Ichsan, yakni Wendri.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button