NEWS

Diminta Berhenti Sampai Akhir Bulan oleh DPRD, KIP Tetap Beroperasi

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Nelayan kembali berteriak terkait hadirnya Kapal Isap Produksi (KIP) milik PT Timah yang beroperasi di sepanjang pantai Matras.

Informasi yang diterima oleh Lensabangkabelitung.com, sesuai dengan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin, 9 November 2020, di DPRD Kabupaten Bangka bersama PT Timah terkait penolakan KIP di laut Matras menghasilkan keputusan bahwa DPRD Bangka meminta PT Timah untuk tidak mengoperasikan KIP terdahulu.

Selanjutnya, PT Timah diminta untuk melakukan komunikasi dan sosialisasi secara langsung ke pihak nelayan yang terdampak sepanjang bulan november.

Wakil Ketua DPRD Bangka, Mendra Kurniawan sebelumnya mengatakan pada Senin 9 November 2020 akan melaksanakan Rapat Dengan Pendapat mempertemukan perwakilan nelayan yang terdampak bersama dengan PT Timah.

“Kalau hasil RDP dengan PT Timah, keputusan dari lembaga DPRD meminta untuk menunda masuknya KIP sampai dengan akhir bulan sambal sosialisasi langsung ke nelayan, itu keputusan dari DPRD,” kata Mendra kepada Lensabangkabelitung.com, saat dihubungi melalui telepon, Selasa, 10 November 2020.

Sosialisasi tersebut, dikatakan Mendra, dapat secara langsung disampaikan kepada nelayan yang terdampak sampai akhir bulan November ini. Namun, sejauh ini PT Timah tetap mengoperasikan KIP di Pantai Matras, meskipun telah dimintai untuk tidak beroperasi terlebih dahulu.

“Tapi di lapangannya KIP-nya tetap berjalan, kalau berita yang kita terima semalam kapal itu sudah masuk, kita tidak meninjau lapangan tetapi kapalnya sudah masuk lagi,” ujarnya.

Sejauh ini, DPRD telah menjalankan fungsinya sebagai lembaga, di luar itu sudah kewenangan PT Timah sebagai BUMN untuk tetap memutuskan pengoperasin KIP.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button