BELITUNGNEWS

Dana Hibah KONI Ditolak DPRD, Pengembangan Atlet Belitung Terancam Mandek

Lensabangkabelitung.com, Belitung – Soal pencoretan usulan anggaran dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Belitung oleh Badan Anggaran DPRD Belitung dalam perubahan APBD 2020 bakal berimbas ke beberapa sektor perkembangan olahraga di Belitung.

Ketua KONI Belitung, Amin Nurrachman mengatakan dalam usulan dana hibah tersebut bukan hanya serta merta tentang nominal saja. Dasar pengajuan tersebut merupakan kebutuhan dari 26 Pengurusan Cabang Olahraga di Belitung serta ditambah dengan biaya operasional.

“Misalkan dari Pengcab voli berapa, karate itu berapa mengajukan, itu yang kita cover. Kemudian kami tambah biaya biaya yang dibutuhkan dari KONI, yakni biaya Sekretariat, biaya lainnya kita bulatkan kita ajukan ke pemerintah daerah,” kata Amin kepada Lensabangkabelitung.com, Rabu, 2 September 2020.

Lanjut Amin, saat ini enam Pengcab juga mempunyai Program Pembinaan Atlet Berpestasi yang sudah dilaksanakan rutin untuk pengembangan olahraga di Belitung terancam terhenti. Dikhawatirkan perkembangan olahraga di Belitung bakal mandek.

“Karate, pencak silat, taekwondo senam, bina raga sama gulat. Masing-masing satu pengcab punya sepuluh atlit jadi jadi ada enam puluh atlet yang dibiayai. Masing-masing atlit berbeda biayanya,” jelasnya.

Selain itu, tambah Amin, even olahraga bertaraf nasional dan internasional dinegri serumpun sebalai terancam batal.

“Even Triathlon digelar enam tempat dan Belitung sebagai tuan rumah penutup, jadi bagaimana bisa dilaksankan kalau anggarannya kurang,” sesal Amin Nurrachman.

Sebelumnya Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Belitung memutuskan untuk mencoret usulan anggaran dana hibah KONI dalam APBD Perubahan 2020. KONI mengusulkan hibah anggaran sebesar Rp 2,6 miliar ke Dispora. Usulan tersebut selanjutnya diverifikasi pihak Dispora menjadi Rp 2 miliar namun akhirnya tertolak di DPRD.

Penulis: Rizky Sadewa | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button