NEWS

Sengketa Dimenangkan Menteri Keuangan, Chung Hwa School Disita PN Muntok

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Sengketa atas objek tanah dan bangunan Chung Hwa School yang beralamat di Kelurahan Tanjung Kecamatan Muntok antara Kementerian Keuangan dan Sutina sebagai ahli waris Suryanto Ko yang beralamat di Senang Hati Kelurahan Sungai Daeng Kecamatan Muntok dimenangkan oleh Menteri Keuangan.

“Termohon ini Suryanto Ko, beralamat di senang hati RT 02, kelurahan sungai daeng, kecamatan Muntok, oleh karena Suryanto Ko sudah meninggal maka yang hadir Sutina sebagai ahli waris,” kata Panitera Pengadilan Negeri (PN) Muntok, Helni Aryadi usai melakukan penyitaan, Senin, 10 Agustus 2020.

“Pemohon dalam hal ini Menteri Keuangan, yang kami lihat dikuasakan kepada Kabag Hukum Pemda, yang jelas Menteri Keuangan sudah menghibahkan aset ini kepada Pemda Babar, pemenang sengketa ini Menteri Keuangan bukan Pemda, tapi sudah dihibahkan Pemda,” tambahnya.

Helni Aryadi menjelaskan, acara pagi ini merupakan sita eksekusi yang dilaksanakan oleh PN Muntok selaku delegasi dari PN Sungailiat.

“Jadi acara pagi ini merupakan sita eksekusi, sebagaimana saudara ketahui PN Muntok baru berdiri dua tahun, jadi kegiatan yang kami laksanakan pagi ini adalah delegasi dari PN Sungailiat, jadi Alhamdulillah pagi ini kita telah meletakkan plang serta eksekusi terhadap objek pembangunan yang ada di belakang ini, berdasarkan penetapan Ketua PN Muntok,” jelas Helni Aryadi.

Nanti setelah pelaksanaan sita ini, Helni Aryadi menyebutkan PN akan memberitahukan kepada pihak termohon untuk tidak lagi mengadakan aktivitas di dalam bangunan yang telah disita, karena setelah ditancapkan plang sita, termohon tidak ada lagi wewenang terhadap objek aset.

“Terhadap objek bangunan dan tanah sengketa yang telah kami sita ini, eksekusi itu nanti kita lihat di dalam, barang apa yang ada di dalam, kalau itu milik termohon maka akan kita kosongkan dan titipkan kepada pemohon, untuk nanti kalau termohon mau ambil silahkan, yang jelas nanti kalau eksekusi akan kami serahkan kepada pemohon tanpa beban, tanpa isi sama sekali,” ujarnya.

“Status banguan masih dalam sitaan Pengadilan Negeri, jadi pemohon masih belum bisa mengusahakan, termohon apa lagi, jadi keduanya belum bisa mengadakan aktivitas dalam bangunan ini,” demikian Helni Aryadi.

Penulis : Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor