LENSA EKONOMILENSA TINSNEWS

Tins Berpotensi Masuk Konstituen LQ45

Lensabangkabelitung.com, Jakarta – Konstituen indeks LQ45 akan dievaluasi akhir bulan Juli 2020 ini. Melansir Kontan.co.id, saham PT Timah (TINS), memiliki potensi untuk masuk menjadi konstituen baru LQ45.

Selain TINS, tulis Kontan yang dikutip Lensabangkabelitung.com Selasa, 21 Juli 2020, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga memiliki peluang yang sama.

Sementara itu, saham-saham yang dikabarkan berpeluang terdepak dari LQ45 adalah PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee berpendapat, evaluasi konstituen indeks berpengaruh terhadap fund asset management dalam menyusun kembali portofolio. Sementara untuk investor ritel cenderung tidak terpengaruh. Oleh karenanya, terhadap emiten yang masuk ataupun keluar dari indeks tersebut, dampak yang dirasakan tidak akan signifikan. “Hanya berdampak jangka pendek saja,” kata Hans Kwee kepada Kontan.co.id, Senin, 21 Juli 2020.

Sementara, Chris Apriliony, analis Jasa Utama Capital Sekuritas berpendapat, saham-saham konstituen indeks LQ45 mempunyai nilai kepercayaan lebih tinggi di mata investor. Sehingga, ketika suatu saham emiten masuk dalam jajaran indeks itu, sahamnya akan mendapat sentimen positif. Begitu pula sebaliknya.

Tidak jauh berbeda, Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menilai emiten yang masuk atau keluar dari indeks bisa saja menjadi lebih diminati atau kurang diminati oleh investor. Sebab, indeks menjadi alternatif pertimbangan bagi para investor dalam memilih saham emiten yang akan dibeli sebagai investasi.

“Paling tidak dari ratusan perusahaan yang ada, sudah dibatasi pilihan secara risiko likuiditas, maupun kondisi pertumbuhan perusahaan,” kata Aria.

Akan tetapi, lanjut Aria, kondisi yang dinamis masih sangat mungkin mengubah konstituen di masa mendatang. Saham yang sudah keluar bisa masuk kembali atau bahkan yang saat ini masuk di dalam indeks bisa saja dikeluarkan lagi.

Red | Sumber: Kontan.co.id

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button