NEWS

HOT NEWS: 289 Wajib Pajak Sektor Pertambangan Timah Belum Laporkan SPT Tahunan Pajak

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumsel Babel mencatat hingga saat ini ada 289 wajib pajak dari sektor pertambangan timah belum menyampaikan laporan Surat Pemberitahuan Tahunan pajak.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Sumsel Babel Imam Arifin mengatakan wajib pajak dari sektor pertambangan timah yang wajib melaporkan SPT tahunan adalah sebanyak 624 orang.

“Untuk kepatuhan penyampaian SPT Tahunan tahun pajak 2019 ada 624 wajib pajak. Dari jumlah itu, sudah 335 wajib pajak yang sudah melapor. Sedangkan 289 wajib pajak lainnya hingga 23 Juli 2020 belum melapor,” ujar Imam dalam siaran persnya yang diterima wartawan, 28 Juli 2020.

Dari data tersebut, kata Imam, persentase kepatuhan penyampaian SPT tahunan pajak untuk sektor pertambangan timah baru mencapai 53,69 persen.

“Sedangkan untuk yang belum melapor persentasenya 46,31 persen,” ujar dia.

Imam menuturkan untuk kontribusi penerimaan pajak negara dari sektor pertambangan timah ada peningkatan dimana pada 2018 mencapai Rp 577.634.000, di 2019 melonjak hingga Rp 1.497.884.000

“Sedangkan di 2020 periode Januari hingga Juni penerimaan pajak pertambangan sudah mencapai Rp 482.736.000,” ujar dia.

Imam menyampaikan bahwa penerimaan pajak pertambangan tersebut disumbang dari tiga kluster, yakni pertambangan bijih logam yang tidak mengandung besi tidak termasuk bijih logam, jasa pertambangan dan penggalian lainnya serta industri logam dasar mulia dan logam dasar bukan besi lainnya.

“Untuk pertambangan bijih logam yang tidak mengandung besi dan tidak termasuk bijih logam penerimaan pajak dari Rp 448,02 juta naik menjadi Rp 979,83 juta di 2018. Dan di 2020 sudah mencapai Rp 292,99 juta,” ujar dia.

Sedangkan penerimaan pajak dari jasa pertambangan dan penggalian lainnya, kata Imam, dari Rp 87,48 juta di 2018 meningkat Rp 321,43 juta di 2019 dan di 2020 sudah mencapai Rp 105,39 juta.

“Dan untuk penerimaan pajak industri logam dasar mulia dan logam dasar bukan besi lainnya juga naik dimana penerimaan sebesar Rp 42,14 juta di 2018, naik menjadi Rp 196,63 juta di 2019. Sedangkan di 2020 sudah mencapai Rp 84,35 juta,” ujar dia.

Menurut Imam, untuk trend penerimaan pada 2020 telah terjadi penurunan penerimaan mulai Februari 2020 jika dibandingkan dengan trend penerimaan tahun 2019 lalu.

“Masa Covid-19 cukup mempengaruhi penerimaan dari sektor pertambangan timah. Dimana penerimaan di Januari sebesar Rp 109.077 juta, Februari Rp 88,400 juta, Maret Rp 85,794 juta, April Rp 88,055 juta, Mei Rp 59,752 juta dan Juni 2020 sebesar Rp 51.657 juta,” ujar dia.

Imam menambahkan dalam upaya peningkatan kontribusi penerimaan pajak pihaknya telah melakukan langkah-langkah dengan bekerja sama join program antara Kanwil DJP Sumsel Babel, Kanwil DJPC Sumbagtim dan DJP Sumbarja.

“Kita juga melakukan pengawasan penerimaan sektor pertambangan timah dan optimalisasi CTA (Center of Tax Analysis) Kanwil Subtim Timah,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button