NEWS

Pasien Positif Covid-19 dan Keluarganya Bukan Aib, Jangan Dikucilkan

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Kasi Surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin menghimbau kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Bangka Selatan ditengah pandemi Covid-19 untuk tidak mengucilkan pasien Covid-19 dan keluarganya.

“Masyarakat tidak berhak dan tidak patut mengucilkan pasien yang menjadi korban Covid-19 dan keluarganya. Karena Covid-19 ini bukan merupakan suatu momok atau aib,” kata Slamet Wahidin saat mengunjungi kediaman pasien Positif Covid-19 Kluster Temboro di Desa Kepoh Kecamatan Toboali, Kamis 25 Juni 2020.

Ia mengajak masyarakat Desa Kepoh untuk membantu serta mensupport pasien Covid-19 dan keluarganya agar bisa melewati masa pandemi Covid-19. 

“Pasien Covid-19 ini jangan dikucilkan, tapi diberi dukungan serta support agar pasien maupun keluarganya bisa melewati masa pandemi Covid-19 ini. Kita harus saling gotong royong, bahu membahu dalam membantu sesama” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini kondisi pasien Covid-19 BPB 17 tahun dari kluster Temboro sudah dinyatakan negatif berdasarkan hasil swab ketiga, sehingga saat ini pasien tinggal menunggu swab yang keempat.

“BPB ini sudah beberapa kali dilakukan swab, dan swab yang ketiga hasilnya negatif. Jadi tinggal menunggu swab yang keempat, jika swabnya negatif, maka pasien sudah diperbolehkan pulang dan dinyatakan sembuh,” katanya.

Sementara itu, tim Labkesda Bangka Selatan M.Rofiqo mengatakan hasil swab keluarga inti BPB yang terdiri dari ayah, ibu dan adik pasien sudah dinyatakan negatif Covid-19. 

“Tiga keluarga inti sudah dinyatan negatif. Dan satu lagi adik dari pasien tinggal menunggu hasil swab dari laboratorium labkesda Provinsi Babel,” katanya.

Kemudian Kades Kepoh, Udayasa mengucapkan syukur dengan hasil pemeriksaan swab yang dilakukan terhadap keluarga pasien yang sudah dinyatakan negatif Covid-19.

“Kami dari pemerintah desa siap mensuppor keluarga pasien, dan kami juga akan menyampaikan kepada masyarakat bahwa keluarga pasien ini negatif, jadi tidak perlu takut dan khawatir,” katanya.

Selain itu, ia juga berharap suppor dari pemerintah daerah terhadap keluarga pasien Covid-19 yang sudah 8 hari melakukan karantina mandiri dan tidak keluar rumah. 

“Pemerintah tolong perhatikan keluarga ini, kami dari desa hanya bisa membantu seadanya saja, karna kami juga terbatas masalah anggaran, jadi mohon peran pemerintah untuk membantu kekuarga ini,” ujarnya.

Penulis: Rusdi | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button