NEWS

Minta Proses Hukum, Ketua PWI Babel Mengutuk Intimidasi Terhadap Wartawan oleh Kru Kapal di Muntok

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Bangka Belitung mengecam atas tindakan intimidasi dan provokasi yang dilakukan para kru kapal dan relawan Covid-19 saat wartawan melakukan peliputan terkait proses Penyelidikan Epidemiologi (PE) terhadap 12 kru kapal Timah-6 dan Tongkang T24 di Muntok, Bangka Barat. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 3 Juni 2020.

Hamdani, wartawan televisi yang saat itu meliput, bahkan hampir saja mengalami pengeroyokan. Ancaman verbal akan disiram dengan bensin, juga diterimanya. Semua bertujuan untuk menghalanginya dalam peliputan.

Ketua PWI Babel, Muhammad Fathurrakhman mengingatkan kepada siapa saja, bahwa Kerja Jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Terkait tentang hal itu, Muhammad Fathurrakhman atau akrab disapa Boy, mengecam serta mengutuk semua tindakan penghalangan, kekerasan, intimidasi dan upaya yang menjurus pengancaman keselamatan jiwa wartawan yang sedang melakukan kegiatan jurnalistiknya, di Muntok itu.

Boy mengingatkan, intimidasi dan kekerasan verbal yang dilakukan para ABK berpotensi menjadi tindakan pidana sebagaimana diatur UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dijelaskannya, dalam Pasal 18 Ayat 1 disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda sebanyak Rp 500 juta.

“PWI mendesak Polri untuk menindak tegas para kru kapal, berikut relawan Covid-19 di sana yang terkait dengan insiden yang terjadi di Muntok. Kami minta tindakan intimidasi terhadap wartawan agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Boy, ketika dihubungi Lensabangkabelitung.com Kamis, 4 Juni 2020.

Boy mengatakan, tak menerima alasan tindakan intimidasi dilakukan dengan dalih melindungi wartawan dari bahaya Covid-19. Upaya untuk menutup-menutupi peristiwa penyelidikan terhadap kru kapal, patut dipertanyakan.

“Karena ini soal Covid-19, kalau disebut demi keselamatan wartawan, dari informasi yang kami dapat, rekan kami sudah mengambil gambar dari jauh. Dia juga berbekal masker dan ambil gambar dari jarak aman untuk menghindari dari Covid-19,” kata Boy, Kamis, 4 Juni 2020.

Karenanya, lanjut Boy, intimidasi dan pelarangan adalah tindakan yang harus diusut tuntas. Apalagi dari informasi yang diterima, ada provokasi dari para relawan Covid-19 di tempat itu, yang justru memperkeruh suasana, hingga terjadi penolakan dari kru kapal.

“Kami akan kawal proses hukum dari tindakan intimidasi terhadap wartawan di Muntok ini,” tegas Boy.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button