NEWS

KLHK Limpahkan Berkas Kasus Tambang Ilegal Hutan Lindung Lubuk Besar

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyerahkan berkas kasus pertambangan ilegal di kawasan Hutan Lindung (HL) Lubuk Besar Kecamatan Lubuk Kabupaten Bangka Tengah ke pihak Kejaksaan dengan tersangka A.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan penyerahan berkas kasus tersebut melalui video confrence kepada Kepala Satgas SDA-Ln Kejagung dan Kepala Kejari Bangka Tengah.

“Tersangka A sudah kita serahkan ke kejaksaan. Ditjen Gakkum akan selalu berkomitmen untuk terus menegakkan hukum dan menyelamatkan sumber daya alam dan lingkungan dari kerusakan. Kami akan terus mengembangkan dan mengejar pelaku lain dalam kasus ini,” ujar Rasio dalam rilis KLHK yang diterima wartawan, Rabu, 10 Juni 2020.

Menurut Rasio, pengungkapan kasus penambangan ilegal di HL Lubuk Besar tersebut bermula dari laporan masyarakat pada Januari 2020 lalu yang melaporkan adanya kegiatan penambangan dengan mengeruk, mengambil tanah uruk atau tanah puru di kawasan hutan lindung oleh tersangka A.

“Setelah pengecekan di lapangan dan bukti sudah cukup, UPTD KPH Sungai Sembulan melapor ke Pos Gakkum Seksi Wilayah III Balai Gakkum Wilayah Sumatera di Bangka. Berdasarkan laporan itu, penyidik bergerak cepat mengumpulkan bahan dan keterangan di lokasi serta memastikan tersangka telah menambang di kawasan hutan lindung tanpa izin Menteri OHK dan penambangan itu menyebabkan kerusakan lingkungan,” ujar dia.

Rasio menambahkan pihaknya menjerat tersangka menggunakan dua Undang-undang dan dua berkas perkara berbeda untuk memaksimalkan penegakan hukum yang memberi efek jera.

“Berkas pertama menggunakan Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan. Sedangkan berkas kedua menggunakan Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button