NEWS

Uji Coba Belajar Mengajar, Ini yang Wajib Dipatuhi Guru dan Siswa

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Dinas Pendidikan Bangka Belitung memutuskan untuk melakukan uji coba Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di tujuh sekolah piloting yang tersebar di kabupaten dan kota di Bangka Belitung. Keputusan itu tertuang dalam Surat Dinas Pendidikan Bangka Belitung nomor : 420/604/DISDIK tertanggal 27 Mei 2020.

Tujuh sekolah piloting itu adalah SMAN 3 Kota Pangkalpinang, SMKN 2 Koba Kabupaten Bangka Tengah, SMAN 1 Toboali Kabupaten Bangka Selatan, SMAN 1 Pemali Kabupaten Bangka, SMKN 1 Kelapa Kabupaten Bangka Barat, SMKN 1 Tanjung Pandan Kabupaten Belitung dan SMAN 1 Manggar Kabupaten Belitung Timur.

Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung Muhammad Soleh mengatakan pihaknya sudah menyiapkan panduan yang wajib dilaksanakan warga sekolah agar uji coba KBM berjalan lancar.

“Sekolah harus men-screening guru dan tenaga kependidikan. Jika ada yang menderita obesitas, diabetes, jantung, penyakit pembuluh darah, hamil, kanker dan daya tahan tubuh lemah serta menurun disarankan tidak datang ke sekolah,” ujar Soleh kepada Lensabangkabelitung.com, Kamis, 28 Mei 2020.

Selain screening fisik, kata Soleh, screening juga dilakukan di zona lokasi tempat tinggal. Untuk itu guru dan tenaga kependidikan serta pegawai di sekolah yang berasal dari zona merah tidak masuk ke lingkungan sekolah.

“Pihak sekolah yang tidak lolos screening diminta menjalankan tugasnya dari rumah. Selain itu, pihak sekolah juga wajib melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa sehingga seluruh warga sekolah tahu apa saja yang harus dilakukan,” ujar dia.

Menurut Soleh, KBM di ruang kelas juga diatur sedemikian rupa mulai dari jam masuk pulang sekolah, lamanya mengajar hingga pembatasan-pembatasan lain.

“Menghindari keramaian lalu lintas, sekolah masuk lebih awal dari waktu orang bekerja. Selain itu, pengajaran mata pelajaran yang biasanya 45 menit dikurangi, pelajaran olahraga dan kegiatan praktek ditiadakan, posisi meja di ruangan kelas berjarak satu sampai dua meter, guru wajib di depan dan tidak berjalan-jalan, penerapan physical distancing tanpa ada titik kumpul,” ujar dia.

Soleh menuturkan siswa yang masuk ke sekolah juga akan di-screening dan dicek suhu tubuh. Jika suhu tubuh di atas 38 derajat, kata dia, siswa diminta untuk kembali di rumah.

“Selain itu penyemprotan disinfektan dilakukan untuk mensterilkan lingkungan sekolah. Sebelum siswa masuk ruangan harus steril. Begitu juga ketika siswa pulang. Siswa wajib menggunakan masker dan menggunakan hand sanitizer,” ujar dia.

Soleh menambahkan ujicoba KBM tersebut akan dilakukan secara bertahap. Jika ada sekolah yang melanggar, maka akan digantikan dengan sekolah lain.

“Kita siapkan untuk ajaran baru kalau ini berhasil. Kita upayakan pencegahan. Selain itu pembagian raport juga siswa diliburkan. Raport akan disampaikan melalui e-raport guna menghindari keramaian,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button