NEWS

Tison Tak Lagi Gondrong, Pelaku Pembunuhan di Belilik Itu Kini Plontos

Lensabangkabelitung.com, Koba – Setelah menjalani masa penahanan, untuk pertama kalinya Tison dihadirkan ke hadapan awak media. Dalam gelaran konferensi pers yang dilaksanakan Senin siang, 11 Mei 2020, tersangka pelaku pembunuhan terhadap Taufik di Desa Belilik itu, diikutkan.

Berbaju tahanan warna oranye dengan tangan dibelenggu, Tison lebih banyak menunduk. Penampilannya yang sangar dengan rambut gondrongnya pun, sirna. Kepalanya kini plontos.

Kapolres Bangka Tengah AKBP Slamet Ady Purnomo yang memimpin konferensi pers, kembali menceritakan ikhwal peristiwa berdarah yang terjadi pekan lalu, itu.

Dikatakannya, kejadian tersebut ketika si korban sedang bertamu di rumah tersangka. Ketika si korban dan si pelaku sedang asik berbincang sembari meneguk minuman keras, di teras rumah si pelaku, tiba-tiba ada ucapan si korban yang menyinggung perasaan si pelaku. Namun, tak disebutkan ucapan apa yang memicu pelaku hingga naik darah itu.

“Saat si pelaku merasa tersinggung terhadap ucapan si korban, si pelaku tidak menerima ucapan si korban. Pada saat itulah terjadi perkelahian antara si korban dan si pelaku,”kata Slamet, Senin, 11 Mei 2020.

Lebih lanjut dikatakannya, pada saat terjadi perkelahian, si korban tidak bisa melarikan diri karena sudah terluka. Pada saat korban terjatuh dan tidak bisa berdiri pada saat itu tersangka membacok si korban dengan menggila.

Kemudian, kejadian tersebut di ketahui oleh warga setempat, ketika salah satu warga melihat terjadi perkelahian dan si korban sudah tidak bernyawa lagi.

“Warga langsung melaporkan ke pihak berwajib. Setelah mendapat laporan dari warga pihak berwajib langsung melakukan olah TKP,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan oleh Polres Bangka Tengah turut dihadirkan saat konferensi pers itu. Diantaranya, dua bilah parang milik tersangka. Satu bilah pisau, handphone milik korban dan tersangka, serta baju milik tersangka.

“Akibat perbuatan dari tersangka, terkena ancaman 15 tahun penjara,” kata Slamet.

Penulis: Hendri Ahen | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button