NEWS

Tentang Polemik New Normal, Molen Minta Pahami Antara Konten dan Konteks Kalimat

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil menyayangkan, pernyataannya tentang new normal, ternyata dimaknai berbeda.

“Pernyataan kami kemarin, bahwa tanpa kita sadari di Pangkalpinang kita sudah menjalani new normal,” kata Molen, Jumat, 29 Mei 2020 kepada Lensabangkabelitung.com. Pernyataan ini kemudian dipersoalkan. Beberapa kalangan menilai Molen start duluan.

Tentang new normal, Molen memberi contoh, pekerjaan para wartawan ketika bertugas melakukan peliputan saat ini.

“Misalnya, para awak media yang tetap menjalankan tugasnya, tapi tetap menjalankan protokoler Covid-19,” ujar dia.

Dia menyesalkan banyak orang yang kemudian tidak paham apa itu new normal. Pemahaman mesti utuh. Antara konten dan konteks kalimat yang disampaikan, mesti bisa dibedakan.

Dijelaskannya, new normal secara formal pada mulanya dikenal di bidang ekonomi sebagai perubahan tata kelola keuangan pasca krisis, tetapi secara umum saat ini dipahami sebagai tatanan kehidupan baru yang lebih adaptif dengan situasi dan kondisi yang berkembang.

Hal tersebut, bisa terjadi dengan sendirinya tapi bisa juga secara lebih massif dengan peraturan.

“Secara informal new normal dalam istilah umum, diatur tidak diatur akan terjadi dengan sendirinya. Dalam arti masyarakat akan terbiasa dalam sikon kehidupan di tengah pandemi corona. Masyarakat akan terbiasa dengan protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir dan lain-lain,” jelas Molen.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button