NEWS

Kasus Covid-19 Beltim Tapi Diumumkan Pemkab Belitung, Begini Kronologinya

Lensabangkabelitung.com, Belitung – Pemerintah Kabupaten Belitung mengumumkan adanya satu kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terbaru di Pulau Belitung. Pasien tersebut berinisial OH yang tercatat sebagai pasien nomor 750 dan bekerja di perusahaan tambang pasir di Dusun Air Batu, Desa Batu Itam, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur.

Hal tersebut menimbulkan perdebatan ditengah masyarakat mengingat pasien 750 tersebut dianggap berasal dari Belitung Timur meski alamatnya tercatat di Bekasi.

Menanggapi perdebatan itu, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengatakan diumumkannya pasien 750 terkonfirmasi positif Covid-19 oleh Pemkab Belitung dikarenakan kasus pasien tersebut ditemukan dan dirawat di RSUD Marsidi Judono Kabupaten Belitung.

“Yang menemukannya adalah Kabupaten Belitung. Kemudian kami berkoordinasi dengan Pemkab Beltim. Kemudian Beltim bilang dirawat saja di RSUD Marsidi Judono saja karena itu merupakan RS rujukan Corona,” ujar Isyak kepada Lensabangkabelitung.com, Minggu, 10 Mei 2020.

Menurut Isyak, hal itulah yang melatarbelakangi mengapa Pemkab Belitung mengumumkan kasus positif Covid-19 meski pasien 750 notabennya dari wilayah Belitung Timur.

“Kami yang mengumumkan karena kami yang menemukan dan merawat. Nanti Beltim akan menjelaskan apa yang menjadi bagiannya Beltim, mulai kegiatan pasien tersebut di Beltim apa, kerja di perusahaan apa dan seterusnya. Bisa dibilang sudah lintas kabupaten,” ujar dia.

Untuk menyelidiki epidemiologi dan trackingnya, kata Isyak, bisa dicek domisili lebih banyak dimana.

“Mestinya masuk ke Beltim. Walaupun dia bukan penduduk setempat tapi dia banyak berada disana. Dalam satu bulan terakhir mayoritas waktunya di Beltim dan dia menjalankan swaisolasinya disana. Sudah menggunakan gelang orange dan sudah terdata. Gelang orange cuma satu. Beltim numpang ke kita,” ujar dia.

Isyak menambahkan untuk tabulasi data Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pasien 750 itu masuk data kasus konfirmasi positif Covid-19 Kabupaten Beltim.

“Menurut provinsi tabulasinya masuk ke kabupaten Beltim. Jadi Beltim tidak hijau lagi dan dari Balitbangkes juga menyatakan masuk ke Beltim. Ini untuk memudahkan tracing. Jangan nanti masyarakat Beltim mengira daerahnya masih zona hijau. Padahal datanya datang dari sana. Jadi kedua kabupaten ini sudah harus bicara siaga,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button