NEWS

Ekonomi Babel Melemah, Pedagang Pasar Keluhkan Dagangannya Kian Sepi Pembeli

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang -Sejumlah pedagang di Pasar Pembangunan Pangkalpinang mengeluh dagangannya sepi pembeli. Mereka lantas membandingkan dengan situasi perdagangan di saat industri pertimahan beroperasi secara lancar dan normal. Kala itu daya beli masyarakat pun cukup tinggi.

Namun sekarang situasinya pun berbeda, pertumbuhan perekonomian Bangka Belitung saat ini mengalami penurunan yang sangat drastis dan signifikan. Daya beli masyarakat yang menurun drastis tersebut menyebabkan transaksi jual beli di pasar pembangunan tak berjalan normal seperti biasanya, bahkan cenderung sepi pembeli.

Seperti halnya diutarakan Faisal, salah seorang pedagang daging di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, saat ditemui di lapaknya, Senin, 11 Mei 2020.

“Dulu, ketika timah masih beroperasi dan berjalan lancar, daya beli masyarakat akan daging cukup tinggi, apalagi didukung dengan harga timah yang menjanjikan,” ungkapnya.

Namun berbeda pada situasi saat ini, yang kondisi perekonomian Babel saat ini sedang melemah, belum lagi imbas dari pandemi Covid-19 yang merebak saat ini, pusat perbelanjaan masyarakat pun kini mulai terasa sepi. Daya beli masyarakat mengalami penurunan yang sangat drastis.

Tak hanya saja pada kebutuhan pokok, tetapi kebutuhan lainnya, seperti daging sapi, daging ayam dan lainnya pun mulai berdampak. Diakui Faisal, sebelum perusahaan tambang berhenti beroperasi dan adanya Corona, daya beli masyarakat terhadap daging sapi masih dikatakan normal seperti biasanya, apalagi menjelang lebaran seperti saat ini.

“Kalau sekarang, satu ekor sapi itu bisa di bagi ke beberapa penjual, lain hal dengan hari biasanya, setiap hari dua hingga tiga ekor sapi yang laku dijual pedagang di sini, namun sekarang hanya satu saja, itupun terkadang tak habis dan masih banyak sisa,” keluhnya.

Untuk harga daging sapi, diakuinya masih harga normal Rp 115.000/kg, belum ada kenaikan, kemungkinan mengalami kenaikan menjelang lebaran nanti, “Biasanya rumah makan, restoran ataupun usaha kecil banyak yang beli daging, dan kini mereka pun tutup dan kalau buka pun hanya terbatas, apalagi masyarakat umum sudah sangat jarang membelinya,” ujarnya.

Ia pun berharap, kondisi ekonomi masyarakat seperti saat ini dapat segera kembali pulih, dan Pemerintah bisa segera mengatasi persoalan ekonomi ini.

“Kalau sektor pertambangan bisa beroperasi dan berjalan dengan baik, itu sangat bagus sekali, itu pasti berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat,” imbuhnya.

Kondisi serupa tak hanya saja terjadi di pasar tradisional, namun di pasar modern pun demikian, daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok lainnya sangat menurun drastis juga.

“Biasanya, menjelang lebaran ini, lumayan cukup banyak masyarakat yang mendatangi toko-toko pakaian, yah sekarang sepi bang, mereka hanya melihat-lihat saja, atau hanya memilih membeli produk yang memang dibutuhkan,” kata salah satu pramuniaga toko modern, Dita.

Penulis: Zamhari | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button