NEWS

APRINDO Babel Minta Pengusaha Retail Patuhi Harga Eceran Tertinggi Gula

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Masalah kelangkaan dan tingginya harga jual gula pasir, membuat Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersikap. APRINDO meminta para pengusaha retail di Babel, menjual gula dengan berpatokan pada Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepada Lensabangkabelitung.com, Sekretaris APRINDO Babel Ricky Pratama mengatakan saat ini harga eceran tertinggi gula pasir berada di angka Rp 12.500 per kilogram.

Namun di pasaran, APRINDO Babel menemukan fakta kalau gula pasir dijual di rentang harga Rp 15.000 sampai Rp 19.000 per kilogram.

Dikatakan Ricky, memang sebelumnya, Babel sempat mengalami hambatan dalam hal pasokan gula. Memasuki awal Januari 2020 sampai dengan saat ini, memang sempat mengalami hambatan dalam hal pasokan gula. Itu disebaboan karena banyaknya petani tebu yang belum memasuki masa panen. Dan, itu turut berimbas pada pasokan gula di Bangka Belitung dan seluruh provinsi di Indonesia.

Hal tersebut yang memicu harga gula sempat tinggi. Tapi di sisi lain, APRINDO bersama Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) dan Kementerian Perdagangan RI untuk menetapkan HET di angka Rp 12.500 per kilogram.

Untuk itu, APRINDO mengimbau dan mengingatkan kepada para pengusaha retail untuk mematuhi dan taat terhadap ketetapan bersama tersebut.

“Saya sudah informasikan ke teman-teman pengusaha retail yang ada di Bangka Belitung dan Pangkalpinang terkhususnya, melalui surat edaran dan via telepon. Untuk menjual gula pasir jangan melebihi HET,” kata Ricky, Sabtu, 9 Mei 2020.

Sebagai tambahan informasi, Ricky mengatakan APRINDO juga merupakan bagian anggota dari Satgas Pangan Bangka Belitung.

“Mereka (pengusaha toko dan retail -red) sudah kita ingatkan agar menjual gula pasir berdasarkan HET. Dan, bila nanti kita temukan ada angota retail kita yang membandel dengan menjual di atas HET, kita tidak segan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Ricky.

Penulis: Zamhari | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button