NEWS

Soal Gelang Isolasi Mandiri, Rumahawan Indonesia: Bukan Kami yang Cetak

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Fungsi gelang isolasi mandiri berwarna hijau yang bahkan over-klaim disebut mampu mendeteksi keberadaan ODP, nyatanya pepesan kosong. Gelang berbahan kertas itu mudah dilepas dan dipasang kembali, nyaris tiada bekas. Tiada bersegel layaknya gelang yang biasa digunakan dalam standar keamanan. Tiada pula pihak yang mengaku sebagai pembuat atau pengorder gelang tersebut.

Dari hasil pengecekan, diketahui keefektifan penggunaan gelang tersebut saat ini hanya tergantung dengan kejujuran pengguna yang memakainya. Dan, tentu juga tergantung dari aplikasi yang diunduhnya di smartphone, bukan pada gelang yang dikenakan sebagai penanda fisik yang nyatanya mudah dicopot.

Penasaran dengan gelang tersebut, Lensabangkabelitung.com mencoba menelusuri siapa atau instansi mana yang melakukan pengadaan barang yang kurang meyakinkan itu sekaligus mengecek berapa anggaran yang digunakan.

Sebanyak empat instansi dihubungi untuk mengecek soal pengadaan gelang tersebut, diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung. Namun semuanya mengaku tidak melakukan pengadaan gelang dan tidak tahu siapa yang melakukan.

Baca juga: http://www.lensabangkabelitung.com/2020/04/gelang-hijau-isolasi-mandiri-kurang-meyakinkan-yang-melakukan-pengadaannya-misterius/

Di media sosial, telunjuk netizen lantas berprasangka kepada Rumahawan Indonesia. Sebagai penyedia aplikasi Fight Covid-19 yang dapat melacak keberadaan Orang dalam Pemantauan (ODP) lewat aplikasi yang diunduh di perangkat smartphone orang yang bersangkutan, Rumahawan Indonesia dituding sebagai penyedia gelang isolasi mandiri tersebut.

Mendapati tudingan tersebut, Rumahawan Indonesia pun kontan membantah. “Gelang hijau ‘tetap di rumah’ yang dikeluarkan oleh Pemprov Babel bukan dicetak atau direncanakan oleh tim Rumahawan Indonesia,” kata Agung Sadega, dari Rumahawan Indonesia, Jumat malam, 10 April 2020 dalam keterangannya kepada Lensabangkabelitung.com.

Dikatakannya, Rumahawan Indonesia hanya bertanggung jawab terhadap aplikasi Fightcovid19 dengan fitur tracking ODP, daily task, info RS rujukan, dan lain-lain.

“Aplikasi yang kami tawarkan kepada Pemprov adalah bentuk misi kemanusiaan bukan untuk mencari untung, karena kami tidak dibayar untuk deploy (mengembangkan aplikasi -red) fitur apps. Pemprov hanya membayar biaya sewa server saja,” tutur Agung.

Dengan demikian hingga kini masih gelap, tentang siapa pihak yang telah mencetak dan mengorder gelang hijau tersebut.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button