NEWS

Pedagang Ngeluh Terimbas Corona: Sekarang Dapat 50 Ribu Saja Susah

Lensabangkabelitung.com, Koba – Pedagang pasar menjadi salah satu pekerjaan yang terdampak oleh wabah virus corona. Rata-rata omzet harian para pedagang tersebut turun lebih dari 50 persen sampai 70 persen.

Hal ini diakui oleh para pedagang yang ditemui di Pasar Modern, Koba, Bangka Tengah.

Salah satunya Riky. Pedagang ikan ini mengaku penjualannya menurun dalam beberapa minggu terakhir. Sebab, kedatangan pengunjung ke pasar semakin berkurang sejak diberlakukannya imbauan berdiam diri di rumah.

Riky mengatakan, pengunjung yang membeli ikan di lapaknya sudah turun kurang lebih 50 persen dalam sepekan.

“Penjualan menurun. Pengunjung juga. Kurang lebih 50 persen lah dalam seminggu terakhir, biasanya yang datang 40 per hari, sekarang kira-kira 20-an orang saja,” kata dia kepada Lensabangkabelitung.com, Kamis, 2 April 2020.

Tak hanya Riky, pedagang sayur di pasar yang sama, Aldo, mengaku penjualannya juga terdampak oleh wabah Covid-19. Namun, menurut Aldo dampak terhadap omzetnya anjlok sangat jauh dari biasanya.

“Kalau penjualan secara langsung pastinya sangat terdampak, karena orang yang ke pasar juga sudah sangat berkurang. Biasanya saya bisa mendapatkan penghasilan seratus ribu sampai dua ratus ribu perhari. sekarang lima puluh ribu saja sudah bersyukur,” ungkapnya.

Namun, ketika imbauan diam di rumah mulai berlaku, penjualannya mulai merosot. Ia khawatir, dirinya serta pedagang di pasar bisa terus merugi apabila penyebaran virus covid 19 tersebut berlangsung lama.

“Ya agak khawatir sekarang, karena sudah kelihatan sekali mulai sepi yang datang ke pasar, takutnya rugi, apalagi virus ini juga kan gak tahu sampai kapan (berakhir),” ungkapnya.

Mereka berharap kepada Pemkab Bangka Tengah agar memperhatikan kondisi para pedagang.

“Kami butuh solusi jalan terbaik untuk kami. Karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kami sudah hampir tidak mampu,” kata Aldo.

Penulis: Hendri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button