NEWS

Gelang ‘Tetap di Rumah’ Babel Bukan Gelang Elektronik, Tidak Ada GPS

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Pembahasan soal gelang “Tetap di Rumah” bisa membuat pemakainya di Bangka Belitung dapat terlacak melalui Global Positioning System (GPS) ternyata tidak benar. Gelang yang diperuntukkan bagi orang yang melakukan isolasi mandiri di rumah tersebut dipastikan bukan gelang elektronik.

Pembahasan mengenai gelang tersebut ramai setelah wartawan senior nasional Dahlan Iskan dalam tulisannya mengatakan bahwa gelang tersebut gelang elektronik dan terhubung dengan aplikasi FightCovid19.id buatan pemuda asal Bangka Belitung Ahmad Alghozi Ramadhan. Menurut Dahlan, dengan aplikasi yang terhubung dengan gelang tersebut maka petugas BNPB Babel bisa tahu jalan ke mana saja si pemakai gelang.

Lensabangkabelitung.com coba mengecek kembali apakah yang disampaikan Dahlan dalam tulisannya itu benar. Hal tersebut dikarenakan hasil investigasi sebelumnya bahwa gelang itu biasa saja, mudah dilepas dan tidak ada perangkat elektronik didalamnya. Bahkan siapa yang melakukan pengadaan gelang tersebut tidak jelas hingga saat ini. Ternyata hasil pengecekan tersebut sama saja dengan hasil investigasi sebelumnya.

Kepala Sekretariat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Bangka Belitung Mikron Antariksa mengatakan gelang tersebut hanya tanda bagi orang yang melakukan isolasi di rumah.

“Gelang tersebut nanti akan dipasang dan dibuka petugas. Jadi itu gelang berkodenya (qr code) menyambung dengan web,” ujar Mikron kepada Lensabangkabelitung.com, Selasa, 21 April 2020.

Mikron menegaskan bahwa gelang tersebut bukan elektronik yang menandakan ada GPS di dalamnya.

“Gelang tersebut adalah tanda fisik yang menandakan bahwa yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri,” ujar dia.

Tim aplikasi FightCovid19.id mengatakan penumpang yang tiba di Bandara akan diberikan edukasi dan diberikan gelang “Tetap di Rumah” serta penjelasan soal gelang tersebut. Setelah itu baru penumpang boleh keluar dari bandara.

Gelang “Tetap di Rumah” digunakan sebagai tanda masa isolasi mandiri dan wajib dipakai selama 14 hari. Gelang tersebut anti air dan tidak mudah robek sehingga bisa digunakan sambil beraktivitas. Setelah 14 hari penggunanya diminta mengunjungi posko Covid-19 terdekat untuk dilepas yang hanya bisa dilakukan oleh petugas. Jika gelang tersebut rusak maka bisa menghubungi nomor yang tertera di gelang tersebut untuk digantikan dengan yang baru.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button